Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuka peluang besar bagi eksplorasi energi dengan melelang sekitar 5,5 juta ekar (setara 0,4 hektar) lahan di Alaska untuk pengeboran minyak dan gas.
Kebijakan tersebut diklaim menjadi bagian dari upaya meningkatkan produksi energi domestik Amerika Serikat. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (18/3).
Lahan yang ditawarkan berada di kawasan National Petroleum Reserve-Alaska (NPR-A), salah satu cadangan energi terbesar di Amerika Serikat. Dalam lelang tersebut, pemerintah menawarkan lebih dari 600 blok lahan kepada perusahaan energi, meski pada tahap awal hanya sebagian yang diminati dan mendapat penawaran dari pelaku industri.
Langkah ini merupakan bagian dari kebijakan energi yang lebih luas di bawah pemerintahan Trump, termasuk kewajiban menggelar beberapa kali lelang serupa dalam beberapa tahun ke depan. Pemerintah menilai kebijakan ini penting untuk memperkuat kemandirian energi nasional serta mendorong pertumbuhan ekonomi melalui sektor migas.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Namun, kebijakan tersebut menuai kritik keras dari kelompok lingkungan dan sebagian masyarakat adat. Mereka menilai pembukaan lahan dalam skala besar berpotensi merusak ekosistem sensitif di kawasan Arktik, termasuk habitat satwa liar seperti karibu dan burung migran di sekitar wilayah seperti Teshekpuk Lake.
Sejumlah gugatan hukum juga telah diajukan untuk menentang kebijakan tersebut. Para penentang menilai pembukaan wilayah yang sebelumnya dilindungi akan mempercepat krisis iklim global, sekaligus mengancam keberlangsungan hidup masyarakat lokal yang bergantung pada ekosistem alami di wilayah tersebut.
Di sisi lain, pemerintah Alaska dan sebagian pelaku industri menyambut kebijakan ini sebagai peluang ekonomi besar, termasuk peningkatan pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja.
Dengan potensi cadangan miliaran barel minyak dan triliunan kaki kubik gas, kawasan ini dinilai strategis dalam peta energi global, meski tetap dibayangi kontroversi lingkungan yang berkepanjangan. []
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic