Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Semprot Netanyahu, Desak Israel Hentikan Serangan di Lebanon

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 2 Juni 2026 - 22:40 WIB

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:40 WIB

22 Views ㅤ

Penjahat kemanusiaan Benjamin Netanyahu dan Presiden AS Donald Trump (foto; Fpik)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dilaporkan melontarkan teguran keras kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyusul meningkatnya serangan militer Israel di Lebanon.

Trump disebut menyampaikan ketidakpuasannya atas langkah Tel Aviv yang dinilai berpotensi memperburuk situasi keamanan kawasan dan menghambat berbagai upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Media KAN melaporkan, Selasa (2/6), percakapan antara kedua pemimpin berlangsung dalam suasana tegang setelah Israel melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Lebanon, termasuk kawasan sekitar Beirut.

Washington dikabarkan khawatir eskalasi tersebut dapat memicu konflik yang lebih luas dan menyeret aktor-aktor regional lainnya ke dalam konfrontasi terbuka.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pemerintahan Trump selama beberapa pekan terakhir diketahui berupaya mendorong stabilitas di Timur Tengah melalui berbagai jalur diplomatik.

Salah satu perhatian utama Washington adalah mencegah meluasnya konflik antara Israel dan Hizbullah yang dapat mengganggu keamanan regional serta berdampak pada kepentingan strategis Amerika Serikat di kawasan.

Di sisi lain, Netanyahu tetap mempertahankan kebijakan militernya dengan alasan keamanan nasional Israel. Pemerintah Israel menegaskan bahwa operasi di Lebanon ditujukan untuk menghadapi ancaman dari Hizbullah dan mencegah serangan lintas perbatasan terhadap wilayah Israel utara.

Namun, langkah tersebut memicu kritik dari sejumlah negara yang menilai tindakan militer Israel telah meningkatkan ketegangan secara signifikan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Perkembangan terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel. Sejumlah negara, termasuk Turki, Qatar, Jerman, dan beberapa negara Arab, telah menyerukan penghentian serangan serta mendesak semua pihak kembali ke jalur diplomasi.

Organisasi internasional juga mengingatkan bahwa eskalasi konflik berpotensi memperburuk kondisi kemanusiaan di Lebanon yang masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan sosial.

Ketegangan antara Trump dan Netanyahu mencerminkan perbedaan pendekatan antara Washington dan Tel Aviv dalam menghadapi krisis Lebanon. Meski Amerika Serikat tetap menjadi sekutu utama Israel, pemerintahan Trump tampaknya berusaha menghindari konflik yang lebih luas di Timur Tengah, terutama di tengah upaya menjaga stabilitas kawasan dan melanjutkan berbagai proses diplomatik yang sedang berjalan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Dunia Islam
Palestina