Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Tuntut Iran Bayar Kompensasi dalam Negosiasi Selat Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 16:08 WIB

13 Views ㅤ

Presiden AS Donald Trump. (Foto: The White House)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuntut Iran membayar kompensasi atas korban dan kerugian yang menurutnya ditimbulkan selama konflik, seraya menyatakan tuntutan tersebut akan menjadi bagian dari pembicaraan perdamaian Washington-Teheran.

Pernyataan itu muncul dalam lanjutan pembicaraan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz masih menghadapi kebuntuan. Anadolu melaporkan, Rabu (12/8).

Trump mengatakan kompensasi tersebut berkaitan dengan orang-orang yang tewas atau terluka dalam berbagai konflik, serangan dan aksi protes selama sekitar 50 tahun.

Tuntutan Washington itu menjadi respons terhadap sejumlah persyaratan yang sebelumnya diajukan Iran dalam pembicaraan mengenai pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Di sisi lain, Iran menuntut Amerika Serikat memberikan kompensasi atas kerusakan akibat perang serta mencabut sanksi terhadap Teheran. Iran juga menginginkan pengaturan yang menjamin kedaulatannya atas Selat Hormuz sebelum akses pelayaran kembali dibuka secara penuh.

Selat Hormuz menjadi titik penting dalam negosiasi karena merupakan jalur utama pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global.

Upaya untuk membuka kembali jalur tersebut dilakukan melalui pembicaraan yang melibatkan Iran dan Oman, tetapi perbedaan tuntutan antara Teheran dan Washington membuat kesepakatan belum tercapai.

Harapan tercapainya kesepakatan semakin menghadapi tantangan setelah muncul tuntutan kompensasi dari kedua pihak.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Iran menyatakan pembicaraan dengan Oman mengenai pengaturan jalur pelayaran telah mendekati tahap akhir, tetapi pembukaan kembali Selat Hormuz tetap bergantung pada langkah dan konsesi dari Amerika Serikat.

Kebuntuan tersebut berpotensi berdampak lebih luas terhadap pasar energi dunia. Ketidakpastian mengenai pembukaan Selat Hormuz telah mendorong kenaikan harga minyak, sementara kelancaran lalu lintas kapal melalui jalur tersebut menjadi perhatian utama negara-negara yang bergantung pada pasokan energi dari kawasan Teluk. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda