Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Umumkan Perang Ekonomi Hancurkan Iran

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:41 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:41 WIB

15 Views ㅤ

Presisen AS Donald Trump. (Foto: The White House)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun” sebagai bagian dari kampanye untuk mengisolasi Iran.

Dalam unggahan di platform Truth Social pada Rabu (19/8), Trump memperingatkan negara dan perusahaan yang membantu Teheran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang berat.

“Tidak ada yang memberikan Iran kesempatan lebih besar untuk membuat kesepakatan selain saya. Tragisnya, bagi mereka, mereka gagal mengambilnya. Oleh karena itu, hari ini, saya mengumumkan operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan terhadap negara mana pun! Ini akan menjadi perang ekonomi dan isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tulis Trump.

Trump mengatakan AS akan berupaya memutus saluran keuangan dan komersial yang memberikan dukungan ekonomi kepada Iran. Dikutip dari Anadolu Agency, Kamis (20/8).

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Ia secara khusus menyebut beberapa aktivitas yang harus dihentikan, meliputi: penyelundupan minyak, jalur pertukaran keuangan, transfer tunai, rumah penukaran uang, registri kapal, dan perusahaan kedok.

“Negara mana pun yang mengizinkan institusi keuangan, bisnis, bandara, atau entitas pemerintahnya menyediakan jalur penyelamat bagi Iran akan menghadapi konsekuensi ekonomi yang sangat besar,” tambahnya.

Trump juga mengklaim bahwa kemampuan militer Iran telah sangat terdegradasi. “Angkatan laut mereka telah hilang, angkatan udara mereka hancur, pabrik militer mereka kini menjadi reruntuhan,” katanya.

Ia juga menyebut mata uang Iran “tidak bernilai” dan negara itu “tergantung pada seutas benang.”

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Trump menamai kampanye ini sebagai “Hari D-Ekonomi” dan mendesak sekutu AS untuk bergabung dalam mengisolasi Iran. “Kita membutuhkan semua sekutu kita untuk berdiri bersama Amerika Serikat guna mengisolasi dan mengalahkan ancaman Iran,” ujarnya.

Ia menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali sikapnya terhadap program nuklir Iran, “Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.”

Tanggapan Iran

Sementara itu, kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, menggambarkan ancaman terbaru Trump sebagai versi baru dari kampanye tekanan maksimum yang “gagal”.

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

“Donald Trump, yang sepanjang masa kepresidenannya menjalankan kebijakan tekanan maksimum terhadap Iran, dan setelah kegagalan kebijakan ini kembali menggunakan ancaman militer, sekali lagi menggunakan taktik ‘perang ekonomi,'” tulis Tasnim.

Laporan tersebut juga menyatakan bahwa Iran telah belajar menghindari pembatasan ini selama bertahun-tahun. “Iran telah belajar untuk menghindari pembatasan ini dan menjadi mahir melakukannya,” kata Tasnim. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya

Rekomendasi untuk Anda

MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia