Jakarta, MINA — Kualitas udara di Jakarta pada Rabu (22/4) tercatat masih memburuk dengan indeks kualitas udara (Air Quality Index/AQI US) mencapai angka 166 atau berada dalam kategori tidak sehat.
Berdasarkan pemantauan dari sejumlah aplikasi pemantau kualitas udara, angka tersebut menunjukkan kondisi udara di ibu kota berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, khususnya bagi kelompok sensitif seperti anak-anak, lanjut usia, serta penderita penyakit pernapasan.
Meningkatnya konsentrasi polutan, terutama partikel halus PM2.5, menjadi faktor utama penurunan kualitas udara. Partikel ini diketahui berbahaya karena dapat masuk ke dalam sistem pernapasan dan memicu berbagai gangguan kesehatan.
Selain itu, polusi udara juga dipengaruhi oleh tingginya aktivitas kendaraan bermotor, kegiatan industri, serta kondisi cuaca yang menyebabkan polutan terperangkap di lapisan atmosfer.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya telah mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan sebagai langkah antisipasi. Warga juga disarankan menggunakan masker saat beraktivitas di luar, menjaga daya tahan tubuh, serta memperbanyak konsumsi air putih guna meminimalisir dampak buruk polusi udara. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic