Teheran, MINA — Seorang ulama Muslim Sunni di Iran tewas ditembak di luar rumahnya di Provinsi Sistan-Baluchistan, wilayah perbatasan yang selama ini dilanda kekerasan separatis.
Televisi negara Iran, IRIB, melaporkan bahwa korban, Youssef Gargij, dibunuh oleh “tentara bayaran Zionis” di depan rumahnya di Kota Zahedan, ibu kota provinsi tersebut. Saudi Gazette melaporkan, Selasa (15/9).
IRIB menyebut Gargij sebagai pendukung Republik Islam Iran. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada klaim tanggung jawab resmi atas serangan tersebut.
Ulama Sunni Kedua dalam Sepekan
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Menurut Iran International, media oposisi yang berbasis di Inggris, Gargij adalah ulama Sunni kedua yang tewas dalam waktu kurang dari sepekan. Sebelumnya, ulama Kurdi Sunni Mamosta Mohammad Nezhati dilaporkan tewas di Provinsi Azerbaijan Barat, wilayah barat laut Iran.
Otoritas Iran sering menuduh kelompok militan yang beroperasi di provinsi-provinsi perbatasan memiliki hubungan dengan Israel.
Tuduhan ini semakin menguat di tengah perang terbuka antara Iran dan Israel yang telah berlangsung sejak Februari 2026.
Keterkaitan dengan Jaish al-Adl
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Beberapa media lokal Iran secara terpisah mengaitkan serangan terhadap Gargij dengan Jaish al-Adl, kelompok militan Sunni Baluch yang selama ini dikenal aktif melakukan serangan terhadap pasukan keamanan Iran. Namun, tidak ada klaim tanggung jawab yang segera dilaporkan.
Jaish al-Adl berbasis di Sistan-Baluchistan dan telah lama menjadi ancaman keamanan bagi Teheran. Kelompok ini menuntut hak-hak yang lebih besar bagi minoritas etnis Baluch, yang mayoritas menganut Islam Sunni di negara yang didominasi Syiah.
Sistan-Baluchistan: Wilayah Rawan Konflik
Sistan-Baluchistan adalah salah satu provinsi termiskin di Iran dan berbatasan langsung dengan Pakistan dan Afghanistan. Wilayah ini menjadi rumah bagi minoritas etnis Baluch yang besar. Selain menghadapi kelompok separatis, pasukan keamanan Iran juga rutin bentrok dengan penyelundup narkoba dan kelompok bersenjata lainnya.
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
Pada Sabtu lalu (12/9), tiga anggota pasukan keamanan Iran tewas dalam bentrokan dengan penembak, sementara lima penyerang dilaporkan tewas, menurut televisi negara.
Eskalasi di Tengah Perang Dua Front
Pembunuhan ulama Sunni ini terjadi saat Iran tengah menghadapi perang dua front: konflik militer dengan AS-Israel di Teluk, dan operasi keamanan besar-besaran terhadap kelompok separatis di perbatasan tenggara.
Tekanan ini semakin menguras sumber daya militer dan ekonomi Iran, yang sudah terpukul oleh blokade laut AS dan inflasi yang mendekati 90%. []
Baca Juga: Arab Saudi akan Regularkan Status Tinggal Warga Negara Ilegal Yaman
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic