Abu Dhabi, MINA – Ramadhan 1448 Hijriah diperkirakan mulai pada 8 Februari 2027 berdasarkan perhitungan astronomi Pusat Astronomi Uni Emirat Arab (UEA). Perkiraan tersebut menjadi acuan awal bagi masyarakat untuk mempersiapkan agenda ibadah dan aktivitas selama bulan suci.
Menurut perhitungan tersebut, Ramadhan 2027 kemungkinan berlangsung selama 29 atau 30 hari. Jika berlangsung 29 hari, Idul Fitri diperkirakan jatuh pada 9 Maret, sedangkan jika genap 30 hari, Idul Fitri diperkirakan pada 10 Maret 2027.
Namun, tanggal tersebut belum menjadi penetapan resmi. Pemerintah UEA akan menentukan awal dan akhir bulan Hijriah berdasarkan hasil pengamatan hilal. Komite pemantau hilal biasanya melakukan pengamatan pada malam ke-29 untuk menentukan apakah bulan berjalan berakhir atau dilanjutkan menjadi 30 hari.
Untuk libur Idul Fitri, ketentuan UEA memberikan tiga hari libur berbayar bagi sektor publik dan swasta pada tiga hari pertama Syawal. Apabila Ramadhan berlangsung 30 hari, hari ke-30 Ramadhan juga ditetapkan sebagai hari libur tambahan.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Dengan demikian, apabila Ramadhan 2027 berjumlah 30 hari, masyarakat UEA berpotensi mendapatkan masa libur yang lebih panjang karena tambahan hari libur tersebut berdekatan dengan akhir pekan. Meski demikian, rincian tanggal pelaksanaan tetap mengikuti keputusan resmi setelah penetapan awal Syawal.
Perkiraan astronomi ini juga menjadi gambaran bagi umat Islam di berbagai negara dalam mempersiapkan Ramadhan 2027. Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan bahwa tanggal 1 Ramadhan dan Idul Fitri 1448 Hijriah akan ditentukan melalui Keputusan Menteri Agama, sehingga penetapan resminya tidak otomatis mengikuti perkiraan UEA. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
















Mina Indonesia
Mina Arabic