UNILA Berikan Beasiswa untuk Sepuluh Pemuda Palestina

Bandar Lampung, MINA – Universitas Lampung (UNILA) memberikan beasiswa bagi 10 pemuda asal Palestina sebagai wujud kerja sama yang diajukan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E Zuhair SM. Al Shun saat berkunjung ke kampus beberapa bulan lalu.

Kasubbag Tata Usaha UPT PKLI UNILA, Dedi Iswanto kepada Mi’raj News Agency (MINA), Rabu (8/8) mengatakan, 10 mahasiswa tersebut akan mulai perkuliahan pada tanggal 20 Agustus mendatang dan terbagi di beberapa fakultas.

“Untuk jenjang Strata Satu (S1) Fakultas Teknik sebanyak dua orang calon mahasiswa dan Strata Dua (S2) satu orang, S2 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) empat orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam satu orang, dan Fakultas Kedokteran sebanyak dua orang,” katanya.

Dalam hal bahasa sebagai bentuk komunikasi, mereka akan diikutkan program pelajar asing yang ingin belajar di Indonesia yaitu Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) selama setahun untuk kemudian mengikuti mata perkuliahan di fakultas masing-masing.

“Akan kita berikan pemahaman bahasa Indonesia setahun, baru nanti di tahun kedua mereka masuk ke kelasnya,” ujarnya.

Adapun khusus empat calon mahasiswa FEB akan langsung bergabung tanpa mengikuti program BIPA.

“Untuk FEB, mereka bilang siap kalo memang mahasiswa ini langsung belajar dengan bahasa Inggris,” lanjut Dedi.

Beasiswa yang diberikan membebaskan mahasiswa dari biaya pendidikan sampai mahasiswa lulus menurut jenjangnya dan akomodasi (fasilitas kampus) seperti penginapan.

Untuk kedatangan mahasiswa asal Palestina ini, pihak UNILA masih menunggu informasi dari Kedutaan Besar Palestina di Jakarta.

Sebelumnya, Duta Besar Palestina terus menjalin hubungan dengan beberapa Universitas di Lampung atas inisiasi Lembaga Kepalestinaan Aqsa Working Group (AWG) dan Syubban Jamaah Muslimin (Hizbullah) yang pada Mei lalu mengadakan konferensi Pemuda Islam Internasional untuk pembebasan Masjid Al-Aqsha dan Palestina.

Selain UNILA, UIN Raden Intan Lampung juga siap memberikan beasiswa bagi 10 mahasiswa asal Palestina.(L/cha/B01/B05).

Mi’raj News Agency (MINA)