Jakarta, MINA – Berdasarkan data yang dihimpun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di wilayah Sumatra dan Aceh terus bertambah hingga mencapai 961 orang per Senin (8/12) pukul 15.00 WIB. Sementara 293 hilang.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, menjelaskan, korban meninggal terbanyak berada di Kabupaten Agam, yakni 179 jiwa.
“Data terbaru menunjukkan peningkatan signifikan korban meninggal di beberapa wilayah terdampak,” demikian laporan BNPB dalam keterangannya.
Menyusul Agam, korban meninggal di Aceh Utara tercatat 138 jiwa, Tapanuli Tengah 110 jiwa, dan Tapanuli Selatan 85 jiwa.
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Selain korban meninggal, jumlah warga hilang mencapai 235 jiwa, sementara korban luka-luka tercatat sekitar 5.000 orang. Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bahwa beberapa wilayah di Aceh masih berada dalam kondisi yang sangat berat.
“Saat ini ada 232 kelurahan di Bener Meriah dan 295 desa di 14 kecamatan yang turut terdampak,” ujarnya.
Korban yang terus bertambah dan luasnya wilayah terdampak membuat pemerintah pusat dan daerah terus melakukan langkah tanggap darurat, termasuk evakuasi, pendistribusian logistik, serta percepatan perbaikan infrastruktur vital. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sarbini Abdul Murad: Panas di Monas Tak Seberapa Dibanding Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic