Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wabah Ebola di Kongo Meluas, Korban Tewas Capai 131 Orang

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 19 Mei 2026 - 17:16 WIB

Selasa, 19 Mei 2026 - 17:16 WIB

24 Views ㅤ

Seorang anak Kongo memeluk boneka. (Foto: Asharq Al-Awsat)

Kinshasa, MINA – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan keprihatinan serius terhadap meluasnya wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) setelah jumlah korban tewas dilaporkan mencapai sedikitnya 131 orang.

Otoritas kesehatan setempat juga mencatat lebih dari 500 kasus dugaan infeksi yang tersebar di sejumlah wilayah di negara Afrika Tengah tersebut. Al-Jazeera melaporkan, Selasa (19/5).

Pemerintah RD Kongo menyebut wabah terbaru ini disebabkan oleh virus Ebola galur Bundibugyo, salah satu varian langka yang belum memiliki vaksin maupun pengobatan khusus yang disetujui secara luas.

Menteri Kesehatan RD Kongo Roger Kamba mengatakan penyebaran virus berlangsung cepat di wilayah dengan mobilitas penduduk tinggi sehingga meningkatkan risiko penularan lintas daerah bahkan lintas negara.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

WHO telah menetapkan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional.

Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyebut skala dan kecepatan penyebaran wabah sangat mengkhawatirkan, terutama karena kasus kini mulai ditemukan di kawasan perkotaan padat penduduk dan wilayah konflik bersenjata di bagian timur Kongo.

Selain di RD Kongo, kasus Ebola juga mulai terdeteksi di negara tetangga, Uganda. Otoritas kesehatan Uganda melaporkan seorang warga negara Kongo meninggal dunia akibat Ebola setelah memasuki Kampala. Situasi tersebut meningkatkan kekhawatiran akan penyebaran regional di kawasan Afrika Timur dan Afrika Tengah.

Penanganan wabah kali ini menjadi lebih sulit karena sebagian wilayah terdampak berada di area konflik yang sulit dijangkau tenaga medis.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Sejumlah tenaga kesehatan juga dilaporkan ikut terinfeksi. WHO bersama pemerintah Kongo kini mengerahkan tim pelacak kontak, membuka pusat perawatan darurat, serta memperkuat pengawasan di wilayah perbatasan guna mencegah penyebaran lebih luas.

Ebola merupakan penyakit mematikan yang menular melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita. Sejak pertama kali ditemukan pada 1976 di RD Kongo, negara tersebut telah mengalami lebih dari 15 wabah Ebola.

Wabah paling mematikan terjadi pada 2018-2020 dan menewaskan ribuan orang. Kondisi terbaru ini kembali memunculkan kekhawatiran dunia internasional terhadap ancaman penyakit menular global di tengah masih rapuhnya sistem kesehatan di sejumlah negara berkembang. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Afrika