Gaza, MINA – Sejumlah warga Palestina berkumpul di luar Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza pada Selasa (23/6) untuk memprotes pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel. Aksi ini digelar atas seruan dari berbagai kelompok nasional dan Islam.
Seperti dikutip dari Palinfo, para demonstran menggelar unjuk rasa mengecam pelanggaran tersebut dan menyerukan agar kesepakatan gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025 itu benar-benar ditegakkan.
Dalam aksi yang dihadiri oleh keluarga korban dan perwakilan lembaga hak asasi manusia ini, sejumlah pembicara menyampaikan bahwa lebih dari 1.000 warga Palestina telah tewas dalam serangan-serangan sejak gencatan senjata diberlakukan.
Para pengunjuk rasa mendesak komunitas internasional dan organisasi kemanusiaan untuk segera mengambil langkah guna menghentikan pelanggaran dan melindungi warga sipil.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Juru bicara Hamas, Hazem Qassem dalam pernyataannya kepada Anadolu Agency, mengatakan bahwa Israel secara sistematis telah melanggar perjanjian gencatan senjata sejak pertama kali diberlakukan.
Ia menyebut penutupan perlintasan perbatasan, pembatasan bantuan kemanusiaan, dan aksi-aksi di lapangan sebagai bukti nyata pelanggaran tersebut. Qassem juga mendesak para mediator internasional dan negara-negara penjamin untuk bertanggung jawab.
Kementerian Kesehatan Gaza menyebut, serangan Israel sejak akhir 2025 telah menewaskan 1.021 warga Palestina dan melukai 3.249 lainnya, yang terjadi hampir setiap hari sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Perang genosida Israel di Gaza yang dimulai pada Oktober 2023 telah menewaskan 73.032 orang, melukai lebih dari 173.300 orang, dan menghancurkan sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut. PBB memperkirakan biaya rekonstruksi mencapai sekitar 70 miliar dolar AS.[]
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic