Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zohran Mamdani Ikut Mogok Bersama Pekerja Starbucks, Tegaskan Dukung Perjuangan Buruh

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 2 Desember 2025 - 23:42 WIB

Selasa, 2 Desember 2025 - 23:42 WIB

4 Views ㅤ

Zohran Kwame Mamdani, Wali Kota Muslim pertama di New York. (Foto: X)

New York, MINA — Wali Kota terpilih New York City, Zohran Mamdani, pada Senin (1/12) mendatangi lokasi aksi pemogokan pekerja Starbucks di Brooklyn, menegaskan dukungannya terhadap buruh yang menuntut keadilan dan kontrak kerja yang layak.

Aksi itu dilakukan setelah kota dan Starbucks mencapai kesepakatan kompensasi, tetapi para pekerja tetap menuntut perubahan mendasar atas skema kerja dan ketenagakerjaan. Anadolu melaporkan.

Mamdani, yang sebelumnya menyerukan boikot terhadap gerai kopi tersebut hadir di barisan piket, berdiri bersama para barista sambil mengajak publik mendukung tuntutan mereka. Kehadirannya dianggap sebagai langkah simbolik solidaritas politik terhadap kelas pekerja, dan menjadi sorotan menjelang masa kepemimpinannya di Balai Kota.

Menurut perwakilan serikat pekerja, mogok ini adalah bagian dari upaya nasional yang dikenal sebagai “2025 Starbucks workers’ strike” — sebuah aksi masa yang digerakkan oleh Starbucks Workers United (SWU) menuntut upah wajar, stabilitas jadwal kerja, dan penghentian praktik ketenagakerjaan tidak adil. Mogok dimulai sejak November dan terus meluas ke banyak kota di AS.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Di New York, kasus pekerja Starbucks mendapat perhatian setelah pihak kota — sebelum aksi — menyetujui kompensasi besar bagi ribuan karyawan terdampak jadwal kerja tidak stabil. Namun demikian, para buruh dan serikat menilai hal ini hanya menyelesaikan bagian dari persoalan; kontrak baru dan komitmen serius dari manajemen tetap menjadi tuntutan utama.

Mamdani menyampaikan dalam pidatonya di lokasi aksi bahwa tuntutan para pekerja bukanlah tuntutan “berlebihan”, melainkan permintaan atas “martabat, keadilan, dan hak dasar pekerja” yang telah lama diabaikan. “Inilah saatnya mereka yang bekerja keras dipastikan mendapat respek dan kesejahteraan yang sepadan,” ujarnya.

Sementara itu, manajemen Starbucks menyatakan siap berdialog kembali. Namun, belum ada kepastian bahwa pembicaraan akan segera menghasilkan kontrak yang disepakati kedua belah pihak. Aksi mogok dan dukungan dari tokoh politik seperti Mamdani dianggap oleh banyak pihak sebagai tekanan kuat agar perubahan terjadi. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem

Rekomendasi untuk Anda