Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1.842 Titik Panas Karhutla Terdeteksi di Kalimantan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:19 WIB

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:19 WIB

29 Views ㅤ

Ilustrasi karhutla. (Foto: Kementerian Kehutanan)

Palangka Raya, MINA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan setelah 1.842 titik panas terdeteksi di lima provinsi berdasarkan pemantauan satelit NASA-NOAA 20 pada Kamis (21/8).

Data tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah menentukan wilayah yang membutuhkan penanganan.

Berdasarkan data SiPongi pada pukul 14.14 WIB, sebanyak 1.832 titik panas memiliki tingkat kepercayaan sedang (medium confidence), sedangkan 10 titik memiliki tingkat kepercayaan tinggi (high confidence).

Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak, yakni 976 titik, disusul Kalimantan Barat 489 titik, Kalimantan Timur 237 titik, Kalimantan Selatan 125 titik, dan Kalimantan Utara 15 titik.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

BNPB menggelar operasi udara dan darat di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Sebanyak 39 unsur udara dikerahkan, terdiri atas helikopter patroli, armada operasi modifikasi cuaca (OMC), serta helikopter water bombing.

Untuk wilayah Kalimantan, dukungan udara antara lain berupa helikopter patroli, OMC dan water bombing. Kalimantan Selatan mendapat dukungan tiga helikopter water bombing, Kalimantan Tengah empat unit, sedangkan Kalimantan Barat lima unit. Operasi tersebut ditujukan untuk memantau titik panas, membantu pemadaman dari udara, serta menjangkau lokasi kebakaran yang sulit ditangani dari darat.

Penanganan dari udara juga diperkuat melalui operasi darat dengan mengaktifkan posko dan satuan tugas karhutla. BNPB mendorong pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan serta menetapkan status siaga atau tanggap darurat sesuai perkembangan ancaman. Operasi darat diperlukan untuk memastikan bara dan titik api yang sulit dijangkau dari udara benar-benar dapat dikendalikan.

BNPB juga mengingatkan pentingnya pencegahan dengan melibatkan masyarakat. Warga diminta tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya titik api.

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Pemerintah bersama BPBD, TNI, Polri dan unsur terkait terus mengoptimalkan pemantauan, pencegahan dan pemadaman agar karhutla tidak semakin meluas. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Info MINA
Menlu Singapura Sebut Karhutla di Indonesia Ulah Manusia
Indonesia
Info MINA
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia