Gaza, MINA – Pelanggaran gencatan senjata Gaza terus berlanjut. Selama 144 hari berturut-turut, pasukan Zionis Israel kembali melancarkan serangan terhadap Gaza lewat penembakan artileri, tembakan intensif, dan serangan udara di berbagai lokasi di Wilayah Gaza, memperburuk krisis kemanusiaan dan merusak isi kesepakatan gencatan senjata yang telah disepakati sebelumnya.
Laporan Pusat Informasi Palestina pada Rabu (4/3), menyebutkan bahwa serangan intens dari tank-tank Zionis Israel terjadi di daerah timur Khan Yunis di selatan Gaza.
Sementara itu, artileri juga menyerang bagian timur Kota Gaza, dan pesawat tempur Zionis Israel melakukan serangan udara di timur Kamp Pengungsi Al-Bureij di tengah Gaza, meski belum ada laporan tentang korban jiwa.
Dalam statistik harian jumlah pelanggaran gencatan senjata yang dihimpun hingga hari ke-142, total syuhada mencapai 661 orang.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Dari jumlah itu, 199 anak-anak, 85 wanita, dan 23 lansia.
Sementara total korban luka-luka mencapai 1.700 orang, termasuk 518 anak-anak, 342 wanita, dan 90 lansia.
Sejak berlakunya kesepakatan gencatan senjata, tercatat 1.921 pelanggaran di lapangan, yang mencakup tembakan, artileri, pengrusakan rumah dan penembusan kendaraan militer Zionis Israel ke wilayah yang semestinya bebas konflik.
Rata-rata terjadi sekitar 13,5 pelanggaran per hari, mencerminkan pola pelanggaran yang terus-menerus.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Di bidang kemanusiaan, pasokan bantuan jauh dari target.
Kesepakatan gencatan senjata menetapkan 600 truk bantuan per hari, termasuk 50 truk bahan bakar.
Namun realisasi pasokan hanya sekitar 42,2 persen dari yang disepakati.
Pasokan bahan bakar yang masuk juga sangat kurang, hanya sekitar 14,5 persen dari kebutuhan yang disepakati.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Situasi ini berdampak besar pada operasional rumah sakit, jaringan air bersih, sanitasi, dan kebutuhan pokok warga Gaza.
Selain itu, pembatasan gerak warga melalui perbatasan Rafah juga tetap diberlakukan, dengan angka orang yang diizinkan menyeberang hanya sekitar 38,6 persen dari jumlah seharusnya.
Kondisi pelanggaran yang terus-menerus hingga hari ke-144 ini menunjukkan bahwa gencatan senjata yang telah disepakati telah kehilangan maknanya secara praktis.
Tanpa mekanisme internasional yang efektif untuk memastikan pelaksanaan penuh dan perlindungan terhadap warga sipil, serta tanpa aliran bantuan yang tak terbatas oleh syarat politik dan militer, rakyat Gaza terus mengalami penderitaan.[]
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic