London, MINA – Lebih dari 200 organisasi masyarakat sipil, serikat pekerja, federasi mahasiswa, jaringan hak asasi manusia dan kelompok akar rumput di enam benua akan menggelar aksi serentak untuk Palestina pada Sabtu 10 Oktober. Aksi ini akan berlangsung di lebih dari 60 negara.
Digagas oleh Global Alliance for Palestine, dengan dukungan Anti-Apartheid Movement (AAM) dan Global Coalition against Occupation of Palestine (SANED), aksi terkoordinasi ini bertujuan menciptakan intervensi sipil langsung yang bersatu. Tujuannya adalah menghentikan keterlibatan publik dan menuntut akuntabilitas sistemik atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel.
Seperti dikutip dari Middle East Monitor, Jumat (2/10), Hari Aksi Global ini menyatukan berbagai bentuk mobilisasi yang berbeda di bawah satu kerangka internasional bersama.
Skala mobilisasi ini terlihat bukan hanya dari jumlah negara yang berpartisipasi, tetapi juga dari beragamnya aksi yang disiapkan. Mulai dari demonstrasi besar di kota-kota seperti London, Sydney/Warrane, Cape Town, São Paulo, Rabat, Quito, Mexico City, Istanbul, Santiago, ReykjavÃk, dan Bangkok. Hingga blokade dan intervensi yang menyasar kantor pemerintah dan perusahaan, program budaya multi-hari, kelas terbuka, pemutaran film, vigil, dan aksi pendidikan yang dipimpin mahasiswa. Mobilisasi ini akan mengambil bentuk yang sangat berbeda di setiap negara.[]
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic