Jakarta, MINA – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengungkapkan bahwa sebanyak 22 desa dinyatakan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Tito menyampaikan, berdasarkan data yang dihimpun Kementerian Dalam Negeri, jumlah desa terdampak paling banyak berada di Provinsi Aceh. Disusul oleh Sumatra Utara dan Sumatra Barat.
“Karena memang data kami menunjukkan bahwa ada desa yang hilang itu totalnya 22. Di Aceh ada 13 desa yang hilang, tersapu. Di Sumatra Utara ada 8 desa. Sumatra Barat ada satu desa,” kata Tito saat ditemui di Lanud Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Senin (29/12).
Ia menjelaskan, istilah desa hilang merujuk pada wilayah permukiman yang mengalami kerusakan sangat parah akibat terjangan banjir bandang dan longsor, sehingga tidak lagi dapat dihuni dan membutuhkan penanganan khusus, termasuk kemungkinan relokasi warga.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Mendagri menegaskan, pemerintah pusat terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk melakukan pendataan lanjutan, penanganan darurat, serta memastikan keselamatan warga terdampak bencana.
Selain itu, Tito juga menekankan pentingnya langkah mitigasi bencana ke depan, mengingat tingginya potensi bencana hidrometeorologi di berbagai daerah, khususnya pada musim hujan.
Pemerintah diharapkan dapat memperkuat kesiapsiagaan, tata kelola lingkungan, serta penataan wilayah guna meminimalisir risiko bencana serupa di masa mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic