Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

407 Diplomat Eropa Desak UE Tegas pada Israel

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Rabu, 4 Februari 2026 - 23:01 WIB

Rabu, 4 Februari 2026 - 23:01 WIB

9 Views ㅤ

Ilustrasi: bendera Uni Eropa. (Gambar: All Acronyms)

Brussels, MINA – Sebanyak 407 mantan duta besar, pejabat senior Uni Eropa, menteri negara anggota dan 19 diplomat Jerman menyerukan peningkatan tekanan diplomatik terhadap otoritas pendudukan Israel.

Menurut Laporan dari WAFA pada Rabu (4/1), dalam pernyataan bersama, mereka menegaskan bahwa kegagalan Uni Eropa untuk merespons situasi mengerikan di Jalur Gaza dan kondisi memburuk di Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, akan menghalangi tercapainya perdamaian yang adil dan abadi.

Para penandatangan mendesak Uni Eropa mengambil sikap tegas terhadap upaya aneksasi Israel yang merampas hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan merusak solusi dua negara. Mereka juga menekankan perlunya meminta pertanggungjawaban atas pelanggaran hukum internasional.

Surat tersebut menyoroti bahwa sejak Oktober lalu, hampir 500 warga Palestina gugur termasuk lebih dari 100 anak-anak, sehingga jumlah korban sejak awal perang mencapai sekitar 71.700 jiwa.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Mereka menuding Israel sengaja menghalangi bantuan kemanusiaan, mencabut izin kerja 37 organisasi bantuan serta melancarkan kampanye untuk mendiskreditkan UNRWA.

Puncak dari pengabaian terang-terangan terhadap putusan Mahkamah Internasional, menurut mereka adalah penghancuran markas UNRWA di Yerusalem Timur pada 20 Januari lalu.

Para diplomat menekankan bahwa tindakan Israel merupakan ancaman serius terhadap hak-hak mendasar rakyat Palestina. Mereka menyeru Uni Eropa serta negara anggotanya untuk segera mengambil langkah diplomatik yang jelas dan tegas demi melindungi warga sipil Palestina serta menegakkan hukum internasional.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Rekomendasi untuk Anda