London, MINA – Sekelompok mantan duta besar menyerukan kepada pemerintah Inggris dan sekutunya untuk mengambil tindakan yang lebih tegas terhadap perluasan pemukiman Israel di Tepi Barat yang diduduki.
Seperti dikutip dari Palinfo, Sabtu (25/4), lebih dari 80 mantan diplomat, termasuk 60 duta besar, komisaris tinggi, dan pejabat senior mengatakan bahwa aktivitas dan kebijakan ekspansionis Israel di wilayah Palestina yang diduduki merupakan “percepatan aneksasi.”
“Amerika memang sedang jatuh cinta dengan Israel. Begitu pula Eropa. Sementara dunia mengamati Iran dan Lebanon, Israel memperluas kendalinya atas Tepi Barat dan Gaza. Aneksasinya yang semakin cepat tidak salah lagi,” tulis pernyataan bersama para dubes.
Mereka berargumen bahwa Israel melanggar baik Perjanjian Asosiasi UE-Israel maupun Perjanjian Perdagangan dan Kemitraan Inggris-Israel, yang mengharuskan penghormatan terhadap hak asasi manusia dan prinsip-prinsip demokrasi.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Mereka menyerukan agar UE menangguhkan perjanjian asosiasinya dengan Israel, melarang perdagangan dengan pemukiman, menghentikan transfer senjata dan membatasi partisipasi Israel dalam program-program UE.
Mereka juga mendesak Inggris untuk melarang semua perdagangan dengan pemukiman dan meninjau kembali perjanjiannya dengan Israel.
Para diplomat memperingatkan bahwa pembangunan pemukiman yang berkelanjutan, termasuk proyek yang direncanakan di area E1 di Tepi Barat, dapat semakin merusak kelangsungan hidup negara Palestina di masa depan.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic