Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Konfirmasi Putaran Kedua Pembicaraan Langsung Lebanon-Israel pada Kamis

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 21 April 2026 - 06:10 WIB

Selasa, 21 April 2026 - 06:10 WIB

26 Views ㅤ

Ilustrasi: Serangan Israel ke Lebanon selatan. (Foto: NNA)

Washington DC, MINA – Amerika Serikat akan menjadi tuan rumah putaran kedua pembicaraan langsung antara Lebanon dan Israel pada hari Kamis (23/4).

Demikian dikonfirmasi oleh Departemen Luar Negeri AS, di tengah upaya kedua negara untuk melanjutkan negosiasi di tengah ketegangan regional yang masih tinggi. Seperti dilaporkan Al Jazeera.

Pembicaraan yang akan berlangsung di kantor Departemen Luar Negeri AS ini menjadi yang pertama sejak gencatan senjata yang rapuh antara Hizbullah dan Israel mulai berlaku pekan lalu.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS menyambut baik keterlibatan produktif yang telah dimulai sejak putaran pertama pada 14 April lalu.

Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi

“Amerika Serikat menyambut baik keterlibatan produktif yang dimulai pada 14 April. Kami akan terus memfasilitasi diskusi langsung dan itikad baik antara kedua pemerintah,” ujar juru bicara tersebut kepada Al Jazeera.

Para pejabat Lebanon dan Israel bertemu pekan lalu untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Pertemuan bersejarah itu langsung memicu kemarahan dari Hizbullah dan para sekutunya di Lebanon.

Namun, setelah gencatan senjata mulai berlaku, Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan kembali pada Jumat lalu bahwa Beirut akan melanjutkan jalur negosiasi dengan Israel.

“Negosiasi ini bukanlah kelemahan. Ini bukanlah kemunduran. Ini bukanlah konsesi,” tegas Aoun dalam pidato yang disiarkan televisi.

Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan

“Negosiasi ini adalah keputusan yang lahir dari kekuatan keyakinan kami akan hak-hak kami, kepedulian kami terhadap rakyat kami, dan tanggung jawab kami untuk melindungi negara kami dengan segala cara yang memungkinkan,” lanjutnya.

Di sisi lain, Hezbollah menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai bagian dari serangkaian “konsesi yang merugikan” yang dibuat pemerintah Lebanon kepada Israel.

“Kami menolak negosiasi dengan entitas pendudukan Israel. Negosiasi ini sia-sia. Negosiasi ini membutuhkan konsensus Lebanon untuk mengubah arah,” kata pemimpin Hezbollah, Naim Qassem, pekan lalu.

Ia menambahkan, “Tidak ada seorang pun yang berhak membawa Lebanon ke arah pendekatan itu tanpa konsensus internal di antara seluruh komponen bangsa, dan itu belum terjadi.”

Baca Juga: Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga AS Penuhi Tujuh Syarat

Serangan di Lapangan

Meskipun gencatan senjata telah diumumkan, pasukan pendudukan Israel terus melakukan operasi militer. Israel meledakkan lingkungan di desa-desa perbatasan Lebanon selatan untuk menciptakan zona yang disebut sebagai garis “pertahanan depan”.

Para pejabat Israel secara terbuka menyatakan bahwa mereka bertujuan meniru kehancuran seluruh kota di Gaza untuk diterapkan di Lebanon selatan.

Menanggapi hal ini, Presiden Aoun bertekad bahwa pemerintahannya akan bekerja menuju penarikan penuh Israel dari Lebanon tanpa mengorbankan satu jengkal pun wilayah negaranya. []

Baca Juga: Mantan PM Israel Tuduh Netanyahu Siapkan Perang untuk Tunda Pemilu

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda