Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

87 Persen Lahan Pertanian Gaza Rusak, Warga Andalkan Bantuan Pangan

Hasanatun Aliyah Editor : Sri Astuti - Senin, 14 September 2026 - 23:09 WIB

Senin, 14 September 2026 - 23:09 WIB

39 Views

Lahan pertanian di Jalur Gaza mengalami kerusakan akibat serangan pendudukan Israel. (Foto: Palinfo)

Gaza, MINA – Direktur kebijakan dan perencanaan di Kementerian Pertanian Gaza, Bahaa al-Agha, mengatakan sekitar 87,6 persen lahan pertanian di wilayah tersebut rusak total akibat agresi militer Zionis Israel.

Kerusakan melanda tanah, tanaman, sumber air, dan jaringan irigasi. Area yang bisa diakses dan ditanami menyusut ke porsi yang sangat kecil, mengancam Gaza agar tetap bergantung pada impor dan bantuan pangan.

Kerusakan juga meluas pada tanah, sumur air, jaringan irigasi, dan saluran transmisi.

Al-Agha menyebut berbagai sektor produksi pertanian, termasuk peternakan dan perikanan, mengalami kerusakan antara 85 hingga 90 persen. Semua ini terjadi di tengah dampak perang yang terus berlanjut dan sulitnya mengakses sebagian besar lahan pertanian.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan

Menurut data terbaru yang dikutip Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), hanya sekitar 3 persen lahan pertanian terbuka yang bisa diakses dengan aman. Luasnya sekitar 4.480 dunum tanah yang tidak rusak dan dapat dijangkau dengan selamat.

Sekitar 2.240 dunum rumah kaca, setara hampir 16 persen dari total luasnya, juga bisa diakses dengan aman. Jika lahan terbuka dan rumah kaca yang dapat diakses dihitung bersama, area yang benar-benar tersedia untuk akses aman dan budidaya tidak melebihi sekitar 4 persen dari total lahan pertanian Gaza.

Situasi semakin rumit karena lebih dari 70 persen lahan pertanian berada di dalam area yang dikendalikan Israel dalam apa yang disebut “Garis Kuning.” Hal ini membatasi kemampuan petani untuk mencapai tanah mereka dan melanjutkan pekerjaan.

Pembatasan tidak hanya soal akses ke lahan. Menurut al-Agha, Israel menerapkan pembatasan ketat terhadap masuknya input produksi pertanian, termasuk pupuk, benih, bibit, dan pestisida. Ini menghambat upaya memulai kembali sektor pertanian bahkan di area yang masih bisa ditanami.

Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel

Kelangkaan input produksi telah mendorong naiknya harga pertanian dan meningkatkan ketergantungan pada produk serta bahan impor. Akibatnya, banyak produk pertanian menjadi di luar jangkauan sebagian besar penduduk Gaza seiring kondisi hidup dan kemanusiaan yang terus memburuk.[]

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Operasi Militer Israel di Al-Khalil Masuk Hari ke-10, Pelanggaran Terus Meningkat

Rekomendasi untuk Anda