Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain Khamenei Menteri Pertahanan dan Kepala Staf Angkatan Darat Iran Meninggal dalam Serangan Amerika

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 1 Maret 2026 - 17:10 WIB

Ahad, 1 Maret 2026 - 17:10 WIB

20 Views ㅤ

Menteri Pertahanan Iran, Aziz Nasirzadeh (foto: X)

Teheran, MINA  — Pemerintah Iran secara resmi mengonfirmasi bahwa Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh dan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Abdolrahim Mousavi meninggal dalam serangan udara gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel yang mengguncang ibu kota Teheran, Ahad (1/3).

Pernyataan ini disampaikan media pemerintah Iran menguatkan kabar jatuhnya sejumlah petinggi militer dalam tindakan militer paling besar di wilayah itu dalam beberapa dekade terakhir. Press TV melaporkan.

Selain kedua tokoh militer itu, laporan resmi dari Iran juga menyebutkan bahwa sejumlah pejabat tinggi lainnya termasuk komandan pasukan Garda Revolusi dan penasihat senior kepemimpinan ikut menjadi korban dalam serangan yang berlangsung saat pertemuan tingkat tinggi di kompleks militer pusat negara.

Konflik besar ini dipicu oleh gelombang serangan antara Iran dan koalisi AS-Israel yang meningkat sejak beberapa hari lalu.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Kabar meninggalnya Nasirzadeh dan Mousavi turut dibarengi dengan laporan bahwa operasi militer tersebut menargetkan struktur komando serta fasilitas strategis militer dan pertahanan Iran.

Sumber militer dari pihak AS dan Israel menyatakan bahwa serangan ini merupakan bagian dari kampanye yang disebut “Operation Epic Fury” yang menargetkan tokoh dan infrastruktur penting negara itu.

Serangan tersebut tidak hanya menimbulkan korban di jajaran militer saja, tetapi juga menimbulkan reaksi keras dari berbagai negara di kawasan maupun dunia internasional, termasuk pernyataan kekhawatiran akan perluasan konflik yang dapat memengaruhi stabilitas regional dan global.

Reaksi dari pemerintah Iran sendiri menunjukkan bahwa negara itu tidak hanya mengkonfirmasi korban dari pihaknya, tetapi juga mempertimbangkan langkah balasan terhadap serangan yang dinilai sebagai pelanggaran kedaulatan dan ancaman terhadap keamanan nasional.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pernyataan berbagai pihak memperlihatkan ketegangan yang begitu tinggi di kawasan sekaligus dampaknya terhadap hubungan internasional yang lebih luas.

Serangan udara gabungan AS-Israel terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah akibat konflik berkepanjangan antara Iran dan kekuatan Barat.

Sejak awal konflik, berbagai target militer dan fasilitas strategis Iran menjadi sasaran, dan sejumlah pejabat negara Iran dilaporkan tewas dalam serangan tersebut. Termasuk juga figur penting seperti Pemimpin Tertinggi dan tokoh lainnya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda