Washington D.C. — Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan memutus seluruh hubungan dagang dengan Spanyol, setelah pemerintah Madrid menolak permintaan Washington agar pangkalan militer di wilayahnya dipakai untuk mendukung serangan terhadap Iran.
Ancaman itu disampaikan Trump dalam pertemuan dengan Kanselir Jerman Friedrich Merz di Gedung Putih, Selasa (3/3).
Trump secara terbuka menyatakan ketidakpuasan terhadap sikap Spanyol yang tidak hanya menolak pemakaian pangkalan militer seperti Rota dan Morón untuk operasi militer, tetapi juga dinilai belum memenuhi target pengeluaran pertahanan NATO yang diinginkannya.
“Kami akan memutus semua perdagangan dengan Spanyol. Kami tidak ingin berurusan apa pun dengan negara yang tidak mendukung sekutunya,” ujar Trump.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pernyataan keras Trump ini diperkuat dengan instruksi kepada Menteri Keuangan AS Scott Bessent untuk mulai meninjau kemungkinan menghentikan hubungan dagang dan kerja sama ekonomi dengan Spanyol.
Langkah semacam embargo atau pemutusan hubungan dagang dianggap Trump sebagai respons atas apa yang disebutnya sebagai “kelalaian sekutu”.
Sikap Madrid sendiri tak berubah. Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa pangkalan militer di wilayahnya akan tetap berada di bawah kendali penuh kedaulatan, dan tidak digunakan untuk operasi yang tidak jelas secara hukum internasional.
Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares menekankan bahwa keputusan tersebut sesuai dengan hukum internasional dan kewenangan nasional Spanyol.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Ancaman pemutusan hubungan dagang oleh Trump memicu tekanan pada saham dan instrumen indeks terkait pasar Spanyol, termasuk anjloknya iShares MSCI Spain ETF dalam perdagangan di Wall Street.
Kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari sengketa dagang dan geopolitik ini terus berkembang di kalangan investor global.
Penolakan Spanyol memperlihatkan perbedaan tajam pandangan di antara negara-negara NATO terkait dukungan militer, dengan posisi Madrid yang menekankan penyelesaian melalui diplomasi, sementara Washington tetap mengejar strategi militer yang lebih agresif.
Hubungan antara AS dan Spanyol dalam beberapa bulan terakhir memanas karena perbedaan sikap soal konflik Timur Tengah dan kontribusi pertahanan NATO.
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Spanyol, di bawah pemerintahan Perdana Menteri Pedro Sánchez telah menolak beberapa tuntutan terkait penggunaan pangkalan militer dan peningkatan anggaran militer secara drastis sesuai target baru NATO yang digagas Trump. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur
















Mina Indonesia
Mina Arabic