Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 6 Maret 2026 - 04:28 WIB

Jumat, 6 Maret 2026 - 04:28 WIB

53 Views ㅤ

Para milisi Kurdi di perbatasan Iran-Irak (foto: dok MINA)

Jakarta, MINA – Kelompok milisi Kurdi dilaporkan mulai melakukan operasi militer di wilayah Iran setelah mendapatkan dukungan persenjataan dari Amerika Serikat.

Operasi tersebut dilaporkan berlangsung di kawasan perbatasan Iran–Irak dan menjadi babak baru dalam eskalasi konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Anadolu melaporkan, Jumat (6/3).

Menurut laporan media internasional, ratusan hingga ribuan pejuang Kurdi bergerak memasuki wilayah Iran dari daerah perbatasan Irak untuk melakukan operasi darat terhadap pasukan pemerintah Iran. Kelompok ini merupakan bagian dari organisasi oposisi Kurdi yang selama ini bermarkas di wilayah Kurdistan Irak.

Langkah tersebut diduga berkaitan dengan rencana Washington untuk memanfaatkan kelompok oposisi Kurdi guna menekan pemerintah Iran dari dalam negeri.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Sejumlah laporan menyebutkan bahwa pemerintah Amerika Serikat telah berdiskusi dengan para pemimpin Kurdi mengenai kemungkinan pemberian dukungan militer guna memicu perlawanan terhadap Teheran.

Operasi militer ini juga disebut sebagai upaya membuka “front baru” di wilayah barat Iran di tengah perang yang sedang berlangsung. Analis keamanan menilai keterlibatan milisi Kurdi dapat memaksa Iran menyebarkan pasukan ke berbagai wilayah sekaligus, sehingga melemahkan fokus militernya menghadapi tekanan dari luar negeri.

Di sisi lain, pemerintah Iran merespons perkembangan tersebut dengan meningkatkan operasi militer terhadap kelompok separatis Kurdi. Teheran bahkan dilaporkan melakukan serangan terhadap markas kelompok Kurdi di wilayah Kurdistan Irak yang dituduh bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Israel.

Konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat tajam sejak akhir Februari 2026 setelah serangan militer terhadap sejumlah target strategis Iran.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Di tengah situasi tersebut, kelompok-kelompok Kurdi oposisi yang tergabung dalam Coalition of Political Forces of Iranian Kurdistan (CPFIK) dilaporkan mulai mengintensifkan aktivitas bersenjata dan menyerukan perlawanan terhadap pemerintah Iran, yang berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda