Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Larang Bantuan UNICEF Masuk ke Gaza

sri astuti - Rabu, 18 Maret 2026 - 22:23 WIB

Rabu, 18 Maret 2026 - 22:23 WIB

16 Views ㅤ

Ilustrasi saat pekerja UNICEF memvaksin anak-anak Gaza. (Foto: Anadolu/ Merve Aydogan)

Gaza, MINA – Otoritas pendudukan mengumumkan penangguhan masuknya bantuan yang diangkut oleh Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) dari Mesir ke Jalur Gaza, dengan dalih menggagalkan upaya penyelundupan tembakau dan bahan-bahan yang mengandung nikotin dalam pengiriman tersebut.

Koordinasi Kegiatan Pemerintah di Wilayah (COGAT) mengatakan dalam sebuah pernyataan, mereka telah memberi tahu Direktur UNICEF tentang keputusan penangguhan tersebut, setelah menemukan bahan-bahan yang mereka sebut sebagai terlarang selama inspeksi pengiriman bantuan di perbatasan Kerem Abu Salem. Palinfo melaporkan.

COGAT menambahkan penangguhan masuknya bantuan akan berlanjut hingga investigasi komprehensif oleh UNICEF selesai, dan tanggapan resmi mengenai insiden tersebut diberikan.

Sementara itu, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan mengumumkan penyeberangan Kerem Abu Salem saat ini merupakan satu-satunya titik masuk untuk bantuan kemanusiaan dan barang-barang komersial ke Jalur Gaza, di tengah pembatasan yang masih diberlakukan.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Kantor tersebut mengatakan, PBB dan para mitranya, pada Senin, berhasil membawa masuk pasokan makanan, barang-barang kebersihan, obat-obatan, dan perlengkapan pengembangan anak usia dini, selain pakan ternak, melalui penyeberangan tersebut, tetapi menekankan perlunya membuka lebih banyak penyeberangan untuk memperluas respons kemanusiaan.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Jaringan LSM Palestina di Jalur Gaza, Amjad al-Shawa, memperingatkan tentang memburuknya kondisi kemanusiaan di wilayah tersebut dengan penurunan tajam jumlah bantuan yang masuk dalam beberapa waktu terakhir, dan menegaskan berlanjutnya pembatasan dapat menyebabkan kembalinya kelaparan.

Menurut al-Shawa, apa yang saat ini masuk ke wilayah tersebut tidak melebihi sepertiga dari jumlah yang disepakati dalam protokol kemanusiaan yang terkait dengan perjanjian gencatan senjata yang mulai berlaku pada 10 Oktober 2025, yang menetapkan masuknya sekitar 600 truk setiap hari.

Pada Desember tahun yang sama, Komite Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu, yang didukung oleh PBB,  melaporkan berakhirnya kelaparan setelah peningkatan akses pasokan makanan kemanusiaan dan komersial, menyusul berlakunya perjanjian gencatan senjata.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Namun, Komite tersebut menyatakan situasinya tetap kritis, terutama karena sebagian besar penduduk wilayah tersebut masih menghadapi tingkat kerawanan pangan yang tinggi di tengah kondisi bencana, sebagai akibat dari agresi Israel baru-baru ini.

Sejak pecahnya agresi Israel terhadap Gaza pada Oktober 2023, Israel telah memperketat pengepungannya terhadap wilayah tersebut, mendorong PBB dan organisasi kemanusiaan internasional berulang kali menyerukan agar lebih banyak truk bantuan diizinkan masuk, di tengah memburuknya kondisi kemanusiaan.

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina