Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Batalkan Perjalanan Utusan ke Pakistan

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 26 April 2026 - 14:00 WIB

Ahad, 26 April 2026 - 14:00 WIB

17 Views ㅤ

Ilustrasi: Islamabad Talks (Pakistan Today)

Washington DC, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump membatalkan rencana perjalanan utusan khusus AS, Steve Witkoff, dan penasihatnya, Jared Kushner, ke Pakistan.

Pembatalan terkait dengan rencana pembicaraan dengan pejabat Iran, sebagaimana dilaporkan oleh sejumlah media pada Sabtu (25/4). TRT World melaporkan.

Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaku menghentikan perjalanan tersebut sesaat sebelum keberangkatan.

“Saya memberi tahu orang-orang saya beberapa waktu lalu bahwa mereka bersiap-siap untuk pergi. Tidak, Anda tidak jadi melakukan penerbangan 18 jam untuk pergi ke sana,'” ujar Trump.

Baca Juga: Kandidat Presiden Prancis Janji Tangkap Netanyahu Jika Terpilih

Trump menegaskan AS memiliki posisi tawar yang kuat dalam negosiasi dengan Iran.

“Kami memegang semua kartu. Mereka bisa menelepon kami kapan pun mereka mau. Tapi Anda tidak akan melakukan penerbangan 18 jam lagi hanya untuk duduk-duduk membicarakan apa-apa,” lanjutnya.

Dalam wawancara telepon terpisah dengan Axios, Trump menyatakan, ia melihat “tidak ada gunanya mengirim mereka.” Menurutnya, diskusi dengan Iran dapat dengan mudah dilakukan dari jarak jauh.

“Kami bisa melakukannya dengan baik melalui telepon. Iran bisa menghubungi kami jika mereka mau. Kami tidak akan bepergian hanya untuk duduk diam di sana,” katanya.

Baca Juga: AS Tawarkan Hadiah Rp362,6 Miliar untuk Informasi Program Nuklir Iran, Meski Trump Klaim Sudah Dihancurkan

Ketika ditanya apakah pembatalan ini berarti ia akan melanjutkan perang, Trump menjawab singkat, “Tidak. Itu tidak berarti itu. Kami belum memikirkannya.” []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Aktivis HAM Bawa Bukti Dugaan Kejahatan ke ICC, Desak Surat Penangkapan Trump dan Pejabat AS

Rekomendasi untuk Anda