Beirut, MINA – Misi penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lebanon, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), menggelar upacara penghormatan terakhir bagi prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, yang gugur saat menjalankan tugas perdamaian di wilayah konflik tersebut.
Upacara yang diselenggarakan pada Ahad (26/4) dihadiri oleh jajaran UNIFIL, perwakilan militer dari berbagai negara, serta sesama personel Kontingen Garuda. Dalam prosesi itu, penghormatan militer diberikan sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi dan pengabdian almarhum selama bertugas menjaga stabilitas kawasan.
Praka Rico Pramudia dilaporkan wafat setelah mengalami luka berat akibat insiden ledakan proyektil di markas pasukan penjaga perdamaian di wilayah Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan. Ia sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Insiden yang menimpa prajurit TNI tersebut terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Lebanon selatan. Serangan terhadap posisi UNIFIL dilaporkan terjadi dalam rangkaian bentrokan antara pihak Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut, yang juga menimbulkan korban dari kalangan pasukan penjaga perdamaian.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Pemerintah Indonesia bersama komunitas internasional sebelumnya mengecam keras serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian, serta mendesak dilakukannya investigasi menyeluruh. PBB juga menegaskan bahwa serangan terhadap personel misi perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.
Keikutsertaan Indonesia dalam misi UNIFIL merupakan bagian dari komitmen menjaga perdamaian dunia. Namun, insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi prajurit TNI di wilayah konflik, sekaligus memicu dorongan evaluasi terhadap keamanan dan perlindungan pasukan perdamaian di lapangan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic