Cebu, MINA – Presiden RI Prabowo Subianto menyerukan penguatan ketahanan pangan kawasan ASEAN di tengah ancaman fenomena El Nino ekstrem yang diperkirakan dapat mengganggu produksi pangan dan stabilitas ekonomi Asia Tenggara.
Dalam sidang pleno Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 di Mactan Expo, Cebu, Filipina, Jumat (8/5), Prabowo menegaskan bahwa ancaman perubahan iklim dan cuaca ekstrem tidak dapat dihadapi oleh masing-masing negara secara sendiri-sendiri.
Ia menilai ASEAN perlu membangun sistem pangan regional yang lebih kuat dan terintegrasi.
“Kita telah diperingatkan oleh organisasi internasional tentang risiko El Nino yang sangat ekstrem,” ujar Prabowo dalam forum para pemimpin ASEAN tersebut.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
Menurutnya, kondisi itu membuat isu ketahanan pangan menjadi agenda mendesak yang harus segera ditangani bersama oleh negara-negara anggota ASEAN.
Prabowo juga mendorong peningkatan koordinasi antarnegara ASEAN melalui pertukaran data pangan, penguatan cadangan beras darurat kawasan, serta pengembangan teknologi pertanian modern untuk menghadapi potensi krisis pangan di masa depan.
Ia menilai stabilitas pangan memiliki kaitan langsung dengan keamanan dan stabilitas kawasan.
Fenomena El Nino sendiri diperkirakan akan meningkatkan risiko kekeringan di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Thailand, dan Filipina.
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Organisasi pangan dunia FAO sebelumnya telah memperingatkan bahwa perubahan iklim global dapat menyebabkan penurunan hasil panen, gangguan distribusi pangan, hingga kenaikan harga bahan pokok apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Selain isu pangan, para pemimpin ASEAN dalam KTT tersebut juga membahas dampak konflik geopolitik global terhadap energi dan perdagangan internasional.
ASEAN didorong memperkuat kerja sama regional agar mampu menghadapi ancaman krisis pangan dan energi secara bersamaan di tengah ketidakpastian ekonomi dunia yang terus meningkat. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia
















Mina Indonesia
Mina Arabic