Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Lepas Cadangan Minyak Strategis demi Stabilkan Pasar Global

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 12 Mei 2026 - 08:37 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:37 WIB

59 Views ㅤ

Ilustrasi: eksplorasi minyak di lepas pantai (foto: ist)

Washington – Pemerintah Amerika Serikat memutuskan menyalurkan pinjaman sebanyak 53,3 juta barel minyak mentah dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) kepada sejumlah perusahaan energi guna menstabilkan pasar global yang terguncang akibat perang Iran dan konflik AS-Israel di Timur Tengah. Langkah tersebut dilakukan di tengah melonjaknya kekhawatiran terhadap terganggunya pasokan energi dunia.

Laporan Reuters menyebut pinjaman minyak itu diberikan kepada sembilan perusahaan energi besar, termasuk Exxon Mobil, Trafigura, dan Marathon Petroleum. Pemerintah AS menilai penggunaan cadangan strategis diperlukan untuk menjaga stabilitas harga minyak dunia yang terus berfluktuasi sejak meningkatnya konflik kawasan dan ancaman terhadap jalur distribusi energi internasional.

Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) sebelumnya juga telah menawarkan pinjaman 92,5 juta barel minyak mentah kepada perusahaan-perusahaan energi pada bulan lalu. Namun, realisasi penyerapan baru mencapai sekitar 58 persen. Pemerintah kemudian memperluas kebijakan tersebut sebagai bagian dari strategi lebih besar untuk melepas total 172 juta barel dari cadangan strategis nasional guna mengurangi tekanan terhadap pasokan bahan bakar global.

Krisis energi kembali menjadi perhatian dunia setelah ketegangan antara Iran dan Israel meningkat tajam dalam beberapa bulan terakhir. Kekhawatiran terbesar pasar global terpusat pada kemungkinan terganggunya jalur pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima distribusi minyak dunia. Iran sebelumnya berulang kali mengancam akan mengambil langkah balasan apabila tekanan militer dan ekonomi terhadap Teheran terus meningkat.

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

Analis energi internasional menilai langkah Washington mencerminkan kekhawatiran serius terhadap dampak perang Timur Tengah terhadap ekonomi global. Lonjakan harga minyak berpotensi meningkatkan inflasi dunia, memperburuk biaya transportasi dan pangan, serta menekan pertumbuhan ekonomi di banyak negara. Beberapa negara importir energi, termasuk di Asia dan Eropa, juga mulai memperkuat cadangan energi mereka untuk mengantisipasi kemungkinan krisis pasokan berkepanjangan.

Strategic Petroleum Reserve milik Amerika Serikat sendiri merupakan salah satu cadangan minyak darurat terbesar di dunia yang dibangun sejak krisis minyak 1970-an. Cadangan tersebut selama ini digunakan untuk menghadapi gangguan besar terhadap pasokan energi global, termasuk perang, bencana alam, dan krisis geopolitik internasional. Penggunaan cadangan minyak secara besar-besaran kali ini menunjukkan besarnya dampak konflik Iran-Israel terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Internasional
MINA Sport
Internasional
Info MINA
Indonesia