Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ini Prediksi Hari Arafah dan Idul Adha Berdasarkan Perhitungan Falakiyah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 12 Mei 2026 - 09:54 WIB

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:54 WIB

124 Views ㅤ

Jamaah Haji wuquf di padang Arafah. (foto: alwasath)

Jakarta, MINA – Hari Arafah 1447 Hijriah diperkirakan jatuh pada Selasa, 26 Mei 2026, sementara Hari Raya Idul Adha diprediksi berlangsung pada Rabu, 27 Mei 2026.

Prediksi tersebut didasarkan pada perhitungan falak atau hisab astronomi yang digunakan berbagai lembaga Islam dan instansi pemerintah dalam menentukan awal bulan Hijriah.

Di Indonesia, sedikitnya ada 3 kelompok kaum Muslimin dalam penentuan hari raya Idul Adha. Pertama berlandaskan kepurusan pemerintah, kedua mengikuti kalender Muhammadiyah dan ketika mengikuti rukyat dan hisab global.

Perhitungan astronomi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan ijtima’ atau konjungsi geosentrik diperkirakan terjadi pada Ahad, 17 Mei 2026.

Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat

Pada hari yang sama saat matahari terbenam, posisi hilal di Indonesia diperkirakan sudah berada di atas ufuk dengan ketinggian antara 3,29 derajat hingga 6,95 derajat serta elongasi mencapai lebih dari 8 derajat. Kondisi tersebut dinilai memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS yang selama ini digunakan pemerintah Indonesia.

Berdasarkan data hisab tersebut, awal Zulhijah 1447 H diperkirakan dimulai pada Senin, 18 Mei 2026. Dengan demikian, 9 Zulhijah atau Hari Arafah diprediksi jatuh pada 26 Mei 2026 dan Idul Adha pada 27 Mei 2026.

Meski demikian, pemerintah tetap akan menetapkan tanggal resmi melalui sidang isbat yang dijadwalkan berlangsung pada akhir Zulkaidah 1447 H.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah sendiri telah lebih dahulu menetapkan Idul Adha 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026 melalui metode hisab hakiki wujudul hilal.

Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat

Prediksi pemerintah dan Muhammadiyah tahun ini dinilai berpotensi sama karena data astronomi menunjukkan peluang rukyatul hilal cukup besar di berbagai wilayah Indonesia.

Hari Arafah merupakan salah satu momentum paling istimewa dalam kalender Islam karena bertepatan dengan pelaksanaan wukuf jamaah haji di Padang Arafah, Arab Saudi.

Bagi umat Islam yang tidak sedang berhaji, dianjurkan melaksanakan puasa Arafah yang memiliki keutamaan besar, di antaranya penghapusan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang sebagaimana disebut dalam hadis Rasulullah SAW.

Menjelang masuknya bulan Zulhijah, umat Islam juga dianjurkan memperbanyak amal saleh seperti puasa sunnah, sedekah, takbir, membaca Al-Qur’an, dan memperbanyak doa.

Baca Juga: Forum Zakat Soroti Perlindungan dan Profesionalisme Amil

Sementara itu, jutaan jamaah haji dari seluruh dunia diperkirakan mulai memasuki fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina pada akhir Mei mendatang di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi yang diperkirakan mencapai lebih dari 40 derajat Celsius. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Tenggelamnya KM Virgo, Polisi Tetapkan 4 Orang sebagai Tersangka

Rekomendasi untuk Anda