Gaza, MINA – Di tengah perang dan pengungsian, ribuan warga Gaza tetap mengirim anak-anak mereka ke pusat-pusat tahfidz Al-Quran. Lingkaran atau halaqah hafalan ini menjadi salah satu dari sedikit ruang aman yang tersisa bagi anak-anak di tengah kehancuran.
Seperti dikutip dari Palinfo, Senin (29/6), di sebuah pusat tahfidz di barat Deir al-Balah, puluhan anak duduk melingkar membaca Al-Quran. Para pengajar membimbing mereka dalam hafalan dan tajwid, sekaligus memberikan rasa aman yang hilang akibat perang.
Umm Ahmad al-Najjar (43 tahun) mengatakan anak-anaknya mulai menunjukkan perubahan perilaku setelah mengikuti lingkaran tahfidz. “Mereka bangun pagi dengan semangat dan lebih tenang,” ujarnya.
Lingkaran tahfidz juga membuka program untuk wanita. Suad Abu Khater (47 tahun) mengaku kelas tajwid menjadi pelarian spiritual di tengah tekanan perang.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Pengawas salah satu pusat tahfidz, Syekh Ahmad Safi, menyatakan jumlah peserta meningkat drastis pada liburan musim panas ini. “Keluarga mencari tempat aman untuk anak-anak mereka,” katanya.
Meski kondisi serba terbatas dan pengungsian terus terjadi, warga Gaza tetap mengirim anak-anak mereka ke lingkaran tahfidz. Mereka meyakini bahwa membangun manusia dimulai dari firman Allah, dan harapan bisa lahir bahkan di tempat paling sulit sekalipun.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic