Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Keliru Sebut Iran sebagai “Republik Islam Jepang” di KTT NATO

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 9 Juli 2026 - 08:20 WIB

Kamis, 9 Juli 2026 - 08:20 WIB

17 Views ㅤ

Presiden AS Donald Trump. (Foto: The White House)

Ankara, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi sorotan saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, Turki, setelah keliru menyebut Iran sebagai “Republik Islam Jepang” ketika menjawab pertanyaan mengenai sistem pertahanan rudal.

Ucapan tersebut sontak menarik perhatian para peserta forum dan memicu beragam reaksi di media internasional. Anadolu melaporkan, Kamis (9/7).

Kekeliruan itu terjadi ketika Trump menjelaskan kemampuan sistem rudal pertahanan Patriot dalam menghadapi serangan yang menurutnya pernah dilancarkan Iran terhadap kapal induk Amerika Serikat.

Namun, dalam pernyataannya ia justru menyebut “Islamic Republic of Japan” sebelum kemudian melanjutkan penjelasannya mengenai Iran. Hingga kini, Gedung Putih belum memberikan klarifikasi resmi terkait kesalahan penyebutan tersebut.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Insiden tersebut berlangsung di tengah pembahasan serius mengenai meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga menegaskan bahwa gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran telah berakhir setelah Washington melancarkan serangan baru sebagai respons atas insiden di Selat Hormuz.

Situasi itu membuat isu keamanan kawasan menjadi salah satu perhatian utama dalam pertemuan para pemimpin negara anggota NATO.

Pernyataan Trump segera menjadi bahan perbincangan luas di media sosial dan berbagai media internasional. Sejumlah pengamat menilai kekeliruan tersebut merupakan slip of the tongue yang kerap terjadi dalam pidato spontan.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Sementara pihak lain menganggap insiden itu dapat mengalihkan perhatian dari isu-isu strategis yang sedang dibahas dalam KTT NATO, terutama mengenai konflik Iran, perang di Ukraina, dan peningkatan belanja pertahanan negara-negara anggota aliansi.

KTT NATO tahun ini digelar di Ankara dengan agenda utama memperkuat pertahanan kolektif, meningkatkan kemampuan militer anggota aliansi, serta membahas perkembangan konflik global.

Namun, keputusan Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya terhadap Iran menjelang dan selama pertemuan membuat fokus pembahasan bergeser ke perkembangan keamanan di Timur Tengah. Para pemimpin NATO juga menyoroti dampak konflik terhadap stabilitas energi dan jalur perdagangan internasional.

Di tengah meningkatnya eskalasi tersebut, sejumlah negara kembali menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi untuk mencegah meluasnya perang di kawasan.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Sementara itu, hubungan Washington dan Teheran masih berada dalam kondisi tegang setelah kedua negara saling melontarkan ancaman menyusul serangan terbaru Amerika Serikat terhadap sejumlah target strategis di Iran. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda