Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Statistik: Jumlah Rakyat Palestina di Dunia Capai 15,5 Juta

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 9 Juli 2026 - 21:52 WIB

Kamis, 9 Juli 2026 - 21:52 WIB

45 Views

Pendudukan Israel masih terus melancarkan serangan ke Jalur gaza meski di tengah upaya penerapan perjanjian gencatan senjata fase kedua. (Foto: Amnesty Internasional)

Ramallah, MINA – Badan Pusat Statistik Palestina mengumumkan, jumlah penduduk Palestina di dunia mencapai sekitar 15,5 juta orang pada akhir 2025, di saat masyarakat Palestina menghadapi situasi demografis dan kemanusiaan yang luar biasa akibat pembongkaran, pemindahan paksa, penggusuran sistematis, dan dampak dari agresi Israel yang terus berlangsung.

Badan Pusat Statistik menjelaskan, Kamis (9/7), dalam pernyataan yang dikeluarkan dalam rangka Hari Penduduk Sedunia yang jatuh pada 11 Juli, bekerja sama dengan Komite Penduduk Nasional, bahwa sekitar 5,56 juta penduduk Palestina tinggal di Negara Palestina, 6,82 juta di negara-negara Arab, 1,86 juta di wilayah 1948, serta sekitar 1,26 juta penduduk Palestina di negara-negara asing.

Data juga menunjukkan bahwa masyarakat Palestina tetap menjadi masyarakat muda meskipun menghadapi tragedi, di mana penduduk di bawah usia 30 tahun mencapai sekitar 65 persen dari total populasi, sementara persentase mereka yang berusia di bawah 18 tahun sekitar 43 persen.

Tingkat pertumbuhan penduduk di Palestina tercatat 2,4 persen pada tahun 2023, dibandingkan dengan 1,5 persen di negara-negara Arab dan 0,85 persen secara global.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa jumlah korban agresi Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 hingga Juni 2026 mencapai 73.090 syuhada di Jalur Gaza, termasuk 20.413 anak-anak dan 12.524 perempuan, selain 137.550 luka-luka dan lebih dari 11.000 orang hilang.

Di Tepi Barat, 1.162 warga gugur selama periode yang sama. Pemindahan paksa juga berdampak pada lebih dari dua juta orang di Jalur Gaza dari total populasi sekitar 2,2 juta, sementara sekitar 40.000 warga Palestina mengungsi di kamp-kamp di Tepi Barat utara.

Badan Pusat Statistik menunjuk bahwa tingkat kesuburan di Palestina mencapai 3,8 kelahiran per perempuan selama periode 2017-2019, dibandingkan dengan sekitar tiga kelahiran per perempuan di negara-negara Arab, dan 2,4 kelahiran per perempuan secara global.

Mengenai perempuan, data menunjukkan bahwa 47.019 perempuan di Jalur Gaza menjadi janda hingga Mei 2026, sementara perempuan menjadi kepala rumah tangga sekitar 18 persen, dibandingkan dengan 12 persen sebelum agresi.

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Juga, sekitar 60.000 ibu hamil kehilangan akses perawatan kesehatan rutin di Jalur Gaza selama 2026. Angka kematian ibu melonjak dari 17,4 kematian per 100.000 kelahiran hidup sebelum agresi menjadi 145 kematian pada 2024 setelah agresi. Di Tepi Barat, angka kematian ibu menurun dari 18,6 kematian per 100.000 kelahiran hidup pada 2023 menjadi 6,7 kematian pada 2024.

Menurut Badan Pusat Statistik, sekitar 58.000 anak di Jalur Gaza kehilangan salah satu atau kedua orang tua, sebuah indikasi yang mencerminkan skala dampak sosial dan kemanusiaan yang ditinggalkan oleh agresi serta tantangan jangka panjang terkait perlindungan dan perawatan psikologis dan sosial.

Data juga menunjukkan bahwa hanya 18 rumah sakit yang beroperasi parsial dari 36 rumah sakit di Jalur Gaza, sementara lebih dari 1.700 tenaga kesehatan gugur dan 1.312 pekerja sektor kesehatan ditahan. Jumlah tempat tidur rumah sakit menurun dari 3.412 menjadi 1.717, sementara kekurangan obat mencapai sekitar 51 persen dan kekurangan bahan habis pakai medis mencapai 71 persen.

Badan Pusat Statistik menunjuk bahwa sekitar 53 persen wilayah Jalur Gaza telah menjadi zona penyangga militer, sementara kepadatan penduduk terkonsentrasi di area terbatas sekitar 36 persen dari 365 kilometer persegi, yang merupakan luas Jalur Gaza, sehingga kepadatan penduduk meningkat menjadi lebih dari 35.000 orang per kilometer persegi.

Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka

Di sektor pendidikan, 20.480 siswa gugur, termasuk 19.101 siswa sekolah dan 1.379 mahasiswa, selain gugurnya 31.436 siswa dan anggota tenaga pendidik.

Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa 700.000 siswa kehilangan akses pendidikan sekolah, sementara 88.000 mahasiswa kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan, dan 95 persen sekolah mengalami kerusakan, dengan 284 sekolah rusak termasuk yang hancur total.

Di Tepi Barat, 128 siswa sekolah dan 39 mahasiswa gugur, 861 siswa sekolah dan lebih dari 287 mahasiswa luka-luka, sementara 421 siswa sekolah dan lebih dari 487 mahasiswa ditahan. Tingkat pengangguran di Tepi Barat mencapai 29 persen selama tahun 2025, sementara di Jalur Gaza melampaui 80 persen akibat runtuhnya pasar tenaga kerja dan berhentinya kegiatan ekonomi.

Badan Pusat Statistik memperingatkan bencana kelaparan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Jalur Gaza, dengan 77 persen penduduk atau sekitar 1,6 juta orang menderita kerawanan pangan akut.

Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza

Selain itu, 98,5 persen lahan pertanian kehilangan kapasitas produksi atau tidak dapat diakses, sementara jumlah anak yang diperkirakan menderita malnutrisi akut meningkat menjadi 101.000 anak di bawah lima tahun, serta 55.500 ibu hamil dan menyusui rentan terhadap malnutrisi akut selama tahun 2025 dan 2026.

Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa agresi menyebabkan kerusakan luas pada bangunan dan infrastruktur, dengan lebih dari 198.000 bangunan rusak, termasuk lebih dari 102.000 bangunan hancur total dan lebih dari 70.000 unit perumahan hancur total.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Oposisi Israel Sebut Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Tarik Pasukan dari Gaza

Rekomendasi untuk Anda

Board of Peace Tegaskan Tak Akan Bekerja Sama dengan UNRWA di Gaza
Palestina
Palestina
Palestina
Palestina
Internasional