Almeria, MINA – Sedikitnya 12 orang dilaporkan tewas dan 23 lainnya masih dinyatakan hilang setelah kebakaran hutan besar melanda Provinsi Almería, Spanyol selatan.
Musibah yang menjadi salah satu kebakaran paling mematikan di negara itu dalam beberapa tahun terakhir tersebut dipicu oleh cuaca panas ekstrem, angin kencang, dan kondisi vegetasi yang sangat kering. Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (11/7).
Kebakaran dilaporkan bermula di kawasan dekat Los Gallardos dan Bédar sebelum dengan cepat meluas ke permukiman penduduk. Sejumlah korban ditemukan meninggal di dalam kendaraan maupun di jalur evakuasi setelah berupaya menyelamatkan diri.
Otoritas setempat menyebut sebagian korban tidak mengikuti arahan petugas untuk berlindung di tempat yang dinilai lebih aman ketika kobaran api semakin sulit dikendalikan.
Baca Juga: Hakim Prancis Selidiki Aduan Kejahatan Perang Tentara Israel di Lebanon
Pemerintah Spanyol mengerahkan lebih dari 150 petugas pemadam kebakaran, didukung sekitar 220 personel militer, untuk mengendalikan kobaran api.
Selain menewaskan sedikitnya 12 orang, kebakaran juga menyebabkan sejumlah warga mengalami luka bakar dan memaksa ratusan penduduk dievakuasi dari wilayah terdampak. Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki, meski dugaan awal mengarah pada kabel listrik yang putus akibat cuaca ekstrem.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan pemerintah akan mengerahkan seluruh sumber daya yang diperlukan untuk menangani bencana tersebut.
Tragedi ini kembali memicu perhatian terhadap kesiapsiagaan menghadapi kebakaran hutan yang semakin sering terjadi di kawasan Eropa selatan akibat gelombang panas berkepanjangan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Data terbaru menunjukkan musim kebakaran hutan di Spanyol pada 2026 menjadi salah satu yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.
Puluhan ribu hektare lahan telah terbakar sejak awal tahun, sementara Juli dan Agustus diperkirakan menjadi periode dengan risiko tertinggi.
Perubahan iklim, suhu yang terus meningkat, serta kekeringan berkepanjangan telah memperbesar potensi munculnya kebakaran berskala besar di kawasan Mediterania.
Gelombang kebakaran tidak hanya melanda Spanyol, tetapi juga terjadi di Portugal, Prancis, dan Yunani yang sama-sama mengalami suhu ekstrem pada musim panas tahun ini.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Uni Eropa telah meningkatkan koordinasi penanggulangan bencana dengan mengerahkan bantuan lintas negara, termasuk pesawat pemadam kebakaran, guna menekan dampak kebakaran yang diperkirakan masih berpotensi meluas dalam beberapa pekan mendatang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
















Mina Indonesia
Mina Arabic