Yerusalem, MINA – Militer Zionis Israel di Tepi Barat melancarkan serangkaian penggerebekan di wilayah pendudukan pada Selasa (28/7), menangkap sedikitnya 14 warga Palestina, menghancurkan tiga rumah, menutup sebuah stasiun radio Palestina, serta mengawal aksi pemukim ilegal Israel yang menyebabkan sejumlah warga Palestina terluka.
Serangan terbaru tersebut merupakan bagian dari eskalasi yang terus meningkat di Tepi Barat sejak dimulainya agresi Zionis Israel ke Jalur Gaza pada Oktober 2023. Palestine Chronicle melaporkan.
Dalam periode tersebut, penggerebekan militer, penghancuran rumah warga Palestina, dan kekerasan pemukim ilegal Israel meningkat secara signifikan.
Berdasarkan data otoritas Palestina, lebih dari 1.182 warga Palestina telah syahid, sekitar 13.000 orang mengalami luka-luka, dan hampir 24.000 warga Palestina ditangkap di seluruh Tepi Barat sejak Oktober 2023.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Dalam operasi terbaru, pasukan Zionis Israel menggelar penangkapan di sejumlah wilayah.
Di Kota Nablus, tentara Zionis Israel menyerbu kawasan Ras al-Ain, menggerebek sejumlah gedung apartemen dan rumah warga sebelum menangkap delapan warga Palestina, termasuk seorang perempuan.
Penangkapan juga terjadi di Jenin. Pasukan Zionis Israel menahan seorang mantan tahanan Palestina dan seorang warga lainnya dalam penggerebekan di Al-Yamoun dan Deir Ghazaleh.
Sementara di Kegubernuran Tulkarem, militer Israel menangkap seorang anggota polisi bea cukai Palestina, seorang pemuda di kawasan Irtah, serta dua warga Desa Faroun setelah menggerebek rumah mereka.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Pasukan Zionis Israel juga memasuki Kota Tammun di Kegubernuran Tubas sebelum akhirnya mundur beberapa jam kemudian tanpa melakukan penangkapan.
Selain penangkapan, militer Israel di Tepi Barat menghancurkan tiga rumah warga Palestina dalam operasi terpisah di Kegubernuran Ramallah dan Hebron.
Di Desa Shuqba, sebelah barat Ramallah, buldoser militer penjajah Israel merobohkan rumah milik Mahmoud Bilal Hassan dengan alasan bangunan tersebut didirikan tanpa izin di Area C, wilayah Tepi Barat yang berada di bawah kendali penuh Israel.
Sementara di Desa Deir Razih, sebelah timur Dura, Kegubernuran Hebron, alat berat Zionis Israel menghancurkan rumah milik Ayman Yasser Amr dan Riyad Abdu Amr dengan alasan serupa.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
Zionis Israel secara rutin melakukan penghancuran rumah Palestina dengan dalih tidak memiliki izin pembangunan.
Namun, warga Palestina dan organisasi hak asasi manusia menilai memperoleh izin bangunan dari otoritas penjajah Israel hampir mustahil karena kebijakan perencanaan yang sangat membatasi, sementara pembangunan permukiman ilegal Israel terus berlanjut.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman Palestina melaporkan bahwa otoritas Israel telah melaksanakan 341 operasi penghancuran selama paruh pertama 2026.
Operasi tersebut menghancurkan 740 bangunan milik warga Palestina, berdampak pada 923 warga, serta menerbitkan 254 pemberitahuan penghancuran tambahan.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Al-Khalil Usai Sepuluh Hari Lakukan Pengepungan
Sebelumnya, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa sepanjang 2025, penghancuran bangunan oleh Zionis Israel telah menyebabkan lebih dari 1.700 warga Palestina kehilangan tempat tinggal di Tepi Barat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Liga Arab Kutuk Penyiksaan Sistematis terhadap Tahanan Asal Gaza di Penjara Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic