Teheran, MINA – Iran memperingatkan Amerika Serikat agar tidak mengambil langkah yang dapat memperkeruh situasi di kawasan Teluk setelah Teheran dan Oman mencapai kesepakatan untuk memperkuat kerja sama menjaga keamanan Selat Hormuz.
Jalur pelayaran strategis tersebut dinilai harus tetap aman dari potensi eskalasi konflik dan campur tangan pihak luar. Farsnews melaporkan, Kamis (6/8).
Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan pejabat tinggi kedua negara yang membahas perkembangan keamanan kawasan.
Iran menegaskan bahwa stabilitas Selat Hormuz seharusnya dijaga oleh negara-negara kawasan, seraya mengingatkan bahwa peningkatan aktivitas militer Amerika Serikat berpotensi memicu ketegangan baru di wilayah Teluk, sebagaimana dilaporkan CNN Indonesia.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Oman, yang selama ini dikenal berperan sebagai mediator dalam berbagai konflik Timur Tengah, kembali menegaskan komitmennya untuk mengedepankan dialog dan penyelesaian damai. Muscat juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan pelayaran internasional tanpa mengorbankan stabilitas kawasan.
Peringatan Iran muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik setelah Israel dikabarkan mempertimbangkan opsi serangan baru terhadap Iran, sementara Amerika Serikat berupaya menahan eskalasi konflik.
Dalam beberapa pekan terakhir, Washington juga dilaporkan meningkatkan kesiagaan militernya di kawasan Teluk sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan memburuknya situasi keamanan.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling vital di dunia karena dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak global.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Gangguan terhadap jalur ini dapat memicu lonjakan harga minyak dunia, mengganggu rantai pasok energi, serta berdampak pada stabilitas ekonomi internasional. Karena itu, setiap perkembangan di kawasan tersebut menjadi perhatian utama negara-negara pengimpor dan pengekspor energi.
Kesepakatan Iran dan Oman mencerminkan keinginan negara-negara kawasan untuk menjaga keamanan Teluk melalui kerja sama regional. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic