Ramallah, MINA – Otoritas penjajah Israel telah menyelesaikan penerbitan tender untuk 3.401 unit permukiman dalam proyek “E1” di Tepi Barat. Langkah ini dilakukan dengan membagi proyek ke dalam dua tender terpisah.
Komisi Perlawanan Tembok dan Permukiman dalam keterangannya yang dikutip Wafa, Kamis (17/9), menjelaskan, pembagian tersebut bukan bentuk mundurnya proyek, melainkan strategi agar seluruh unit tetap tercakup dalam tender implementasi.
Tender pertama untuk 1.234 unit dibuka pada 18 Agustus, sementara tender kedua untuk 2.167 unit akan dibuka pada 25 Oktober.
Jadwal kedua tender bertepatan dengan pemilu Israel yang dijadwalkan pada 27 Oktober. Komisi menilai hal ini sebagai upaya menciptakan fakta fisik di lapangan menjelang pemilu.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Komisi menekankan bahwa pembukaan tender belum berarti dimulainya konstruksi. Masih ada tahapan lanjutan, seperti pemilihan pemenang, penandatanganan kontrak, penerbitan izin, dan pekerjaan infrastruktur.
Proyek “E1” dinilai berbahaya karena terletak di antara Yerusalem dan permukiman “Ma’ale Adumim.” Jika terwujud, proyek ini dapat memutus kontinuitas teritorial Palestina antara Tepi Barat utara dan selatan, serta memisahkan Yerusalem dari lingkungan Palestinanya.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
















Mina Indonesia
Mina Arabic