Hebron, MINA — Zionis Israel menutup Masjid Ibrahimi di Kota Hebron, Tepi Barat yang diduduki, bagi warga Muslim selama tiga hari dengan alasan berlangsungnya hari raya Yahudi, Senin (28/9).
Penutupan tersebut berlangsung mulai Senin hingga Rabu, berdasarkan keputusan otoritas penjajah Israel yang disampaikan kepada Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Palestina.
Kementerian tersebut mengatakan seluruh aktivitas ibadah umat Islam di Masjid Ibrahimi dihentikan selama periode penutupan, termasuk pelaksanaan shalat dan azan.
Anadolu melaporkan, penutupan itu dilakukan di tengah rangkaian hari raya Yahudi yang berlangsung pada September hingga awal Oktober.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Rangkaian tersebut dimulai dengan Rosh Hashanah pada 12-13 September, dilanjutkan Yom Kippur, Sukkot pada 26 September hingga 2 Oktober, dan Simchat Torah pada 3 Oktober.
Masjid Ibrahimi berada di kawasan Kota Tua Hebron berada di bawah kontrol penuh Zionis Israel.
Kawasan tersebut juga menjadi tempat tinggal sekitar 400 pemukim ilegal Israel yang tinggal dengan perlindungan sekitar 1.500 tentara Zionis, menurut data yang dikutip Anadolu.
Penutupan Masjid Ibrahimi bagi jamaah Muslim merupakan bagian dari pembatasan akses terhadap salah satu situs keagamaan penting di Palestina.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Masjid tersebut dikenal dalam tradisi Islam sebagai tempat yang berkaitan dengan Nabi Ibrahim AS dan sejumlah nabi lainnya. Situs ini juga menjadi tempat ibadah yang digunakan oleh umat Islam dan Yahudi.
Pembagian Masjid Ibrahimi terjadi setelah pembantaian pada 1994 ketika seorang pemukim ilegal Israel, Baruch Goldstein, menyerang jamaah Muslim yang sedang melaksanakan shalat Subuh di dalam masjid.
Sebanyak 29 jamaah Palestina tewas dan puluhan lainnya terluka dalam pembantaian tersebut.
Setelah peristiwa itu, otoritas Zionis Israel membagi kompleks Masjid Ibrahimi menjadi dua bagian.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Berdasarkan pengaturan yang diberlakukan setelah pembantaian tersebut, sekitar 63 persen area dialokasikan untuk jamaah Yahudi, sementara 37 persen diperuntukkan bagi jamaah Muslim.
Pembagian tersebut menyebabkan akses umat Islam ke bagian-bagian tertentu dari kompleks masjid dibatasi dan pada waktu tertentu seluruh masjid ditutup bagi jamaah Muslim.
Masjid Ibrahimi merupakan salah satu situs keagamaan utama di Hebron.
Kota tersebut menjadi salah satu wilayah di Tepi Barat yang menghadapi pembatasan pergerakan dan ketegangan antara warga Palestina, pemukim ilegal Israel dan pasukan Zionis.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Di tengah pembatasan tersebut, penutupan tempat ibadah selama hari raya Yahudi kembali menjadi sorotan karena berdampak langsung terhadap aktivitas ibadah umat Islam Palestina.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic