Jambi, MINA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih terjadi hingga Rabu (30/9) September 2026. Sekitar 500 titik panas atau hotspot terdeteksi di sejumlah wilayah, dengan konsentrasi terbanyak berada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Gubernur Jambi Al Haris mengatakan, pemantauan pada Rabu menunjukkan jumlah hotspot masih berada di kisaran 500 titik. Selain itu, terdapat tujuh titik api (fire spot) yang masih dalam proses penanganan oleh tim di lapangan.
“Hotspot hari ini masih terlihat, masih ada sekitar 500-an hotspot, terbanyak di wilayah Tanjung Jabung Timur,” kata Al Haris di Jambi, Rabu.
Kondisi karhutla turut memengaruhi kualitas udara di sejumlah wilayah Jambi. Al Haris menyebut kualitas udara pada hari tersebut berada dalam kategori tidak sehat sehingga masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Baca Juga: Jadwal Sepak Bola Hari Ini: Inggris vs Ceko, Pesta Gol Membayangi
“Untuk udara hari ini agak tinggi, termasuk tidak sehat,” ujarnya.
Dampak kondisi udara tersebut juga dirasakan pada sektor pendidikan. Pemerintah Provinsi Jambi meliburkan seluruh sekolah sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan asap terhadap para siswa. Kebijakan itu akan diterapkan sambil menunggu kondisi cuaca membaik dan hujan turun.
“Dan semua sekolah sudah diliburkan sambil menunggu hujan,” kata Al Haris.
Penanganan karhutla masih dilakukan melalui pemadaman dan pendinginan di sejumlah lokasi. Tim gabungan dikerahkan untuk mengendalikan titik api, termasuk di kawasan lahan gambut yang membutuhkan penanganan dan pemantauan lebih lanjut.
Pemerintah mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah selama kualitas udara masih berada pada kategori tidak sehat. Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker serta menjaga kondisi kesehatan dari paparan asap. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 6 Oktober 2026
















Mina Indonesia
Mina Arabic