Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Akan Tutup Penyeberangan Tepi Barat dan Gaza Selama Dua Hari

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 4 Oktober 2026 - 22:34 WIB

Ahad, 4 Oktober 2026 - 22:34 WIB

15 Views

pintu Rafah (foto: Fpik)

Tepi Barat, MINA – Menteri Perang Israel Israel Katz memerintahkan penutupan menyeluruh penyeberangan di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza selama dua hari.

Seperti dikutip dari Pusat Informasi Palestina, penutupan tersebut dijadwalkan pada 5 Oktober dan 7 Oktober. Ini bertepatan dengan peringatan operasi lintas batas 7 Oktober atau Badai Al-Aqsa.

Penutupan akan berlaku selama dua hari tersebut setelah penilaian keamanan dan keputusan Katz, menurut kantor menteri pada Ahad (4/10).

Namun, keputusan ini tidak memengaruhi warga Israel yang menggunakan pos pemeriksaan Tepi Barat.

Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur

Selama periode tersebut, bantuan kemanusiaan tidak akan masuk ke Gaza selama penyeberangan ditutup.

Selama puluhan tahun, pos pemeriksaan militer dan penghalang jalan yang didirikan Israel di seluruh Tepi Barat yang diduduki menjadi sumber penderitaan signifikan bagi warga Palestina.

Semua itu mengganggu kehidupan sehari-hari, menyebabkan penundaan bagi orang yang mencoba mencapai lahan pertanian, tempat kerja, sekolah, dan universitas. Semua itu juga menjadi ancaman harian bagi nyawa orang sakit.

Rezim penjajah Israel secara berkala memberlakukan penutupan di Tepi Barat untuk berbagai alasan, termasuk hari raya Yahudi.

Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900

Sementara pemukim Yahudi ekstremis bergerak bebas di antara kota dan area Tepi Barat, bahkan menyerbu desa dan kota Palestina di bawah perlindungan militer, warga Palestina dipaksa menunggu berjam-jam di penyeberangan dan pos pemeriksaan.

Penutupan Israel juga secara efektif memecah belah komunitas Palestina. Pergerakan dan perjalanan warga Palestina antar wilayah mereka bergantung pada apakah jalan dan penyeberangan terbuka.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda