Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasukan Israel Perketat Pengepungan Hebron, 19 Warga Palestina Diculik 

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:49 WIB

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 23:49 WIB

16 Views

(Ilustrasi) Pasukan Israel menyerbu jalan-jalan Hebron untuk memberikan perlindungan kepada warga Israel yang menetap di wilayah Palestina yang ingin mengunjungi situs bersejarah, di kawasan Kota Tua Hebron, Tepi Barat pada tanggal 26 September 2024. [Foto: Anadolu Agency]

Hebron, MINA – Tentara penjajah Israel melanjutkan pengepungan terhadap Kota Hebron, Tepi Barat selatan yang diduduki, untuk hari kedua berturut-turut pada Sabtu (24/10). Pasukan Israel juga memaksa puluhan warga Palestina keluar dari rumah mereka dan menculik 19 orang.

Kantor berita resmi Palestina Wafa melaporkan, pasukan Israel menyerbu kawasan Al-Jilda dan Deir Bahha di pusat Hebron, kemudian memberlakukan pengepungan total di kedua wilayah tersebut.

Pada dini hari, tentara Israel memaksa puluhan warga meninggalkan rumah dan berdiri di luar tempat tinggal mereka. Operasi tersebut melibatkan pengerahan tambahan kendaraan militer dan buldoser, penutupan pintu masuk utama serta jalan menuju Hebron, dan pemutusan akses kota dengan wilayah sekitarnya.

Menurut Wafa, pasukan Israel juga menyerbu dan menggeledah sejumlah rumah. Puluhan warga diculik untuk menjalani interogasi lapangan sebelum sebagian dari mereka dibebaskan pada Sabtu pagi.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Dalam operasi terpisah, pasukan Israel menculik 19 warga Palestina dalam serangkaian penyerbuan di berbagai wilayah Tepi Barat yang diduduki.

Penculikan tersebut mencakup dua warga Palestina dari kawasan Hindaza dan Kamp Pengungsi Al-Azza di Provinsi Bethlehem, 16 orang dari Provinsi Nablus, serta seorang pemuda dari Kamp Pengungsi Aqabat Jabr di Yerikho.

Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, mengalami peningkatan operasi militer Israel dan kekerasan pemukim sejak perang di Jalur Gaza dimulai pada Oktober 2023.

Serangan tersebut mencakup pembunuhan dan penangkapan warga Palestina, penghancuran rumah serta bangunan lainnya, pembakaran masjid dan kendaraan, hingga perataan lahan pertanian. Warga Palestina juga menghadapi pembatasan akses ke lahan pertanian, pengusiran komunitas dari tempat tinggal mereka, serta perluasan permukiman Israel.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Pada Jumat (23/10), tentara Israel mengklaim telah menewaskan dua warga Palestina dalam baku tembak dengan pasukannya. Militer Israel menuduh kedua warga tersebut melepaskan tembakan ke arah pemukim Israel di Hebron dan melukai lima orang.

Setelah insiden penembakan tersebut, tentara Israel mengumumkan penutupan total Hebron dan sejumlah kota di sekitarnya pada Jumat. Pengepungan yang berlanjut hingga Sabtu semakin membatasi pergerakan warga Palestina di wilayah tersebut.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda