Jakarta, MINA – Pemerintah mempercepat penanganan 137 sungai di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat untuk mengurangi risiko banjir susulan yang kembali merusak infrastruktur serta menghambat pemulihan wilayah terdampak bencana.
Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, meminta Kementerian Pekerjaan Umum mempercepat normalisasi sungai, terutama di lokasi yang mengalami pendangkalan akibat sedimentasi.
“Begitu sedimennya tinggi, ada curah hujan tinggi, dia meluber menjadi banjir. Artinya ada terus susulan-susulan (bencana) dan kita sedang bekerja (menangani itu),” kata Tito dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Sumatra, Senin (26/10).
Menurut Tito, normalisasi sungai menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko banjir berulang, terutama menjelang akhir tahun ketika curah hujan berpotensi meningkat.
Baca Juga: Harga Emas Hari Ini, Selasa 3 November 2026
Banjir susulan sebelumnya dilaporkan terjadi di Kota Padang, Kabupaten Solok, Tapanuli Tengah, Aceh Tenggara, Pidie Jaya, dan Aceh Tamiang.
Bencana tersebut kembali merusak sejumlah ruas jalan dan jembatan yang sebelumnya telah diperbaiki. Kondisi ini menjadi tantangan dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi karena kerusakan yang berulang dapat menghambat pemulihan infrastruktur dan aktivitas masyarakat.
Di sisi lain, pemerintah menyampaikan bahwa pemulihan infrastruktur di tiga provinsi tersebut terus menunjukkan kemajuan. Tito menjelaskan, sebagian besar jalan dan jembatan telah kembali berfungsi melalui kerja sama Kementerian Pekerjaan Umum, TNI, Polri, serta berbagai unsur terkait, meskipun beberapa jembatan daerah masih membutuhkan penanganan lanjutan.
Pemulihan juga berlangsung pada sektor pelayanan dasar. Aktivitas pemerintahan di Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya terganggu akibat timbunan lumpur telah kembali berjalan.
Baca Juga: Cuaca Jakarta Hari Ini Berawan, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Layanan komunikasi seluler juga telah pulih, sementara sebagian besar fasilitas kesehatan di wilayah terdampak sudah kembali beroperasi.
Percepatan normalisasi sungai di tiga provinsi tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko banjir susulan sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang telah diperbaiki.
Pemerintah juga perlu memastikan penanganan sungai berjalan seiring dengan upaya mitigasi bencana lainnya agar masyarakat lebih terlindungi saat hujan deras. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Cuaca Sumatra Hari Ini, Waspadai Hujan Petir dan Angin Kencang
















Mina Indonesia
Mina Arabic