Doha, MINA — Qatar membantah keras tuduhan bahwa negaranya melakukan campur tangan dalam pemilihan Israel atau mendanai aktivitas yang dimaksudkan untuk memengaruhi hasil pemilu.
Juru bicara qatar/">Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed Al Ansari, menyebut klaim tersebut sebagai “konyol dan berbahaya” dan menilai tuduhan itu sebagai upaya untuk menyeret Qatar ke dalam perselisihan politik internal Israel, sesuatu yang tidak akan diterima negara Teluk tersebut. Laporan Khaleej Times, Jumat (30/10).
“Tuduhan ini adalah cara untuk mengalihkan perhatian, mencoba menggunakan Qatar sebagai kambing hitam atas kegagalan politik beberapa politisi Israel,” kata Al Ansari.
Ia menambahkan bahwa Israel akan lebih baik jika “memperbaiki kerusakan yang telah mereka ciptakan di kawasan” dan fokus pada pemilih mereka sendiri serta kehidupan rakyatnya.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Al Ansari merespons serangkaian tuduhan yang dilontarkan terhadap negaranya dengan sindiran tajam.
Ia menegaskan bahwa pengucapan berulang nama Qatar dalam retorika pemilu Israel mengungkapkan “obsesi berlebihan” terhadap negaranya.
Al Ansari kembali menegaskan bahwa Qatar tidak terlibat dalam persaingan politik atau elektoral Israel.
Seruan untuk Pemerintah Israel Baru
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Berbicara tentang pemerintah Israel yang akan terbentuk dari pemilu, Al Ansari mengatakan bahwa pemerintah Israel harus terlibat “secara serius dan jujur dalam isu Palestina” serta menghormati hak-hak yang tak dapat dicabut dari rakyat Palestina, terutama hak mereka untuk menentukan nasib sendiri dan mendirikan negara merdeka di perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Pemerintah Israel yang akan dibentuk juga harus menegakkan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa yang relevan, kata Al Ansari.
Komitmen Qatar sebagai Mediator
Juru bicara Qatar menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak akan mengalihkan perhatian dari peran negara sebagai mediator, upaya diplomatik dan kemanusiaan, dukungan bagi rakyat Palestina, maupun komitmen terhadap perdamaian dan stabilitas regional yang adil dan komprehensif.
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Qatar akan terus bekerja sama dengan mitra regional dan internasional untuk menyelesaikan konflik yang sedang berlangsung melalui diplomasi.
Namun, ia menegaskan bahwa negaranya “tidak akan diam selama nama Qatar dimanfaatkan untuk melayani agenda elektoral atau kepentingan politik yang sempit.” []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic