Banda Aceh, MINA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan sebanyak 27 kabupaten/kota di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga kini masih menetapkan status tanggap darurat bencana akibat banjir dan longsor.
”Hingga saat ini, tercatat masih ada 27 kabupaten/kota yang berada pada perpanjangan status tanggap darurat. Namun percepatan-percepatan penanganan terus dilakukan di semua sektor khususnya dalam pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) di berbagai daerah terdampak, ” kata Abdul Muhari dalam konferensi pers di Pusat Informasi dan Media Center di Banda Aceh, Jumat (19/12)
Terkait hunian sementara di Aceh, BNPB mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang telah mengusulkan lokasi huntara di lahan perkebunan PTPN III seluas 10 hektare. Usulan tersebut saat ini tengah diproses secara administratif dan akan dilanjutkan dengan kajian mitigasi bencana sebelum digunakan.
“Pengkajian dari aspek mitigasi bencana menjadi penting agar lokasi huntara benar-benar aman dan tidak berisiko terdampak bencana serupa di masa depan,” ungkapnya.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Menurut BNPB, ada dua skema penanganan hunian bagi warga terdampak, yakni menempati huntara atau menerima Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga yang sementara tinggal bersama keluarga atau kerabat. Besaran DTH ditetapkan sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan.
BNPB menyampaikan, operasi pencarian dan pertolongan (SAR) masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak. Di Sumut, operasi SAR dilakukan di empat sektor, di Sumbar di lima sektor, dan di Aceh masih berlangsung di enam kabupaten.
Walaupun beberapa indikator menunjukkan penurunan, operasi SAR masih terus kita lanjutkan sesuai dengan kondisi di lapangan
Catatan BNPB melaporkan jumlah korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumut, dan Sumbar kembali bertambah. Hingga Jumat (19/12) sore, total korban meninggal tercatat 1.071 jiwa, atau bertambah tiga orang dibandingkan data sehari sebelumnya yang berjumlah 1.068 jiwa.
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Jumlah korban meninggal secara total di tiga provinsi ini bertambah tiga dari posisi kemarin. Per 19 Desember sore ini menjadi 1.071 jiwa
Selain itu, jumlah korban yang masih dalam daftar pencarian mengalami penurunan. Dari sebelumnya 190 orang, kini tersisa 185 orang. Sementara jumlah pengungsi juga berkurang signifikan, dari 537.185 jiwa menjadi 526.868 jiwa.
Sementara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Aceh, Sumut dan Sumbar, juga masih terus dilakukan. Di Aceh, OMC dijalankan menggunakan dua pesawat dengan total bahan semai yang telah digunakan mencapai sekitar 40 ton, dan akan terus dioptimalkan untuk mengurangi potensi hujan ekstrem dan bencana susulan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic