Washington, MINA – Lobi pro-Israel paling berpengaruh, AIPAC, mengumumkan akan berhenti mendanai dan memberikan dukungan secara langsung kepada kandidat Kongres AS.
Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi elektoral mereka di tengah meningkatnya penolakan publik terhadap Israel akibat perang genosida yang dilakukannya di Gaza, demikian dikutip dari The New Arab, Sabtu (24/10).
American Israel Public Affairs Committee (AIPAC) menyatakan akan mengakhiri dukungan resmi terhadap kandidat serta kontribusi langsung melalui komite aksi politik (PAC) mereka, namun akan tetap mengeluarkan dana besar untuk pemilihan umum melalui super PAC.
Langkah ini diambil saat AIPAC menghadapi kritik yang kian tajam, terutama di kalangan pemilih Partai Demokrat. Seorang tokoh advokasi Palestina terkemuka mengatakan kepada The New Arab, keputusan ini merupakan pengakuan tersirat bahwa dukungan dari lobi tersebut telah menjadi beban politik yang merugikan.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
“Mereka sendiri mengakui dukungan mereka justru memberikan dampak negatif bagi siapa pun yang mereka dukung,” ujar Hamid Bendaas, Direktur Komunikasi di Institute for Middle East Understanding (IMEU) Policy Project.
Dalam sebuah surat kepada para anggotanya, AIPAC menyatakan akan berfokus pada mobilisasi donor individu dan pengembangan metode penggalangan dana baru, sembari menegaskan tujuan mereka tetap tidak berubah.
“Misi dan strategi kami tetap sama,” kata juru bicara AIPAC, Deryn Sousa.
Pengumuman ini muncul di tengah memburuknya pandangan masyarakat Amerika terhadap Israel, menyusul genosida yang dilakukan Israel di Gaza serta berbagai tindakan militer yang lebih luas di seluruh Timur Tengah.
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Perubahan iklim politik telah mempersulit upaya AIPAC dalam mendukung kandidat, khususnya dalam pemilihan pendahuluan (primary) Partai Demokrat.
Di Michigan, super PAC milik AIPAC mengeluarkan dana besar dalam upaya untuk mengalahkan Abdul El-Sayed, seorang pengkritik Israel, selama pemilihan pendahuluan Partai Demokrat untuk kursi Senat.
Meskipun demikian, El-Sayed berhasil mengamankan nominasi tersebut, mengungguli anggota Kongres Haley Stevens yang menerima dukungan substansial dari pihak-pihak pro-Israel.
Restrukturisasi ini juga terjadi di tengah meningkatnya jumlah kandidat Partai Demokrat yang menolak dukungan AIPAC, sebuah tantangan bagi organisasi yang secara historis memiliki pengaruh besar di kedua partai politik utama Amerika.
Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran
Bagi Bendaas, aspek paling krusial dari keputusan ini mungkin adalah hilangnya posisi istimewa yang sebelumnya dimiliki AIPAC dalam politik Amerika.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Trump Sebut AS Kuasai Greenland, Ini Isi Kesepakatannya
















Mina Indonesia
Mina Arabic