Istanbul, MINA – Aktivis asal Inggris, Katy Davidson mengatakan, para tahanan dari armada bantuan Global Sumud Flotilla diperlakukan seperti hewan saat ditahan oleh pasukan Israel di perairan internasional, menurut Anadolu Agency, Sabtu (2/5).
Davidson bercerita, kapal kecilnya dicegat drone dengan lampu sorot dan fregat besar di laut. Setelah dipindahkan ke fasilitas penahanan, para aktivis ditempatkan di penjara darurat dari kontainer dikelilingi kawat berduri.
Lebih dari 60 orang ditahan dalam satu kontainer sepanjang 40 kaki. Total tahanan mencapai 181 orang. Mereka hanya diberi roti dan air, sementara kasur busa mereka basah karena air sengaja disemprotkan.
Davidson mengaku khawatir dengan dua rekannya, Saif Abu Keshek (berpaspor Spanyol keturunan Palestina) dan Thiago de Avila (Brasil), yang masih ditahan Israel untuk diperiksa.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Armada bantuan ini dicegat di dekat pulau Yunani, sekitar 600 mil laut dari Gaza. Sebanyak 59 aktivis, termasuk 18 warga Turki, telah tiba di Istanbul dari Kreta.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
















Mina Indonesia
Mina Arabic