Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Saudi Kecam Pengakuan Kolombia atas Kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan

Rudi Hendrik Editor : Sri Astuti - Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:31 WIB

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:31 WIB

22 Views ㅤ

Dataran Tinggi Golan yang diduduki. (Foto: X/Daily Euro Times)

Riyadh, MINA – Pemerintah Arab Saudi pada Selasa (11/8) mengecam pengakuan Kolombia atas kedaulatan Israel di Dataran Tinggi Golan Suriah yang diduduki, dengan menyatakan bahwa langkah tersebut melanggar hukum internasional dan resolusi PBB yang relevan.

Dilansir dari Arab News, pemerintahan sayap kanan garis keras Kolombia yang baru dilantik, pada Senin (10/8) mengakui klaim Israel atas Dataran Tinggi Golan, wilayah yang direbut Israel dari Suriah pada tahun 1967.

Kementerian Luar Negeri Saudi menyatakan bahwa pengakuan tersebut secara eksplisit bertentangan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 497 yang diadopsi pada tahun 1981, yang menganggap penerapan hukum, yurisdiksi, dan administrasi Israel di Dataran Tinggi Golan yang diduduki sebagai tindakan yang “batal demi hukum dan tidak memiliki dampak hukum internasional.”

Arab Saudi menegaskan kembali posisinya bahwa Dataran Tinggi Golan adalah wilayah Arab Suriah yang diduduki, serta menyatakan bahwa segala tindakan atau keputusan yang bertujuan mengubah status hukum wilayah tersebut tidak menciptakan hak maupun memberikan legitimasi apa pun atas tindakan semacam itu.

Baca Juga: Militer Yaman Klaim Lumpuhkan 1.747 Personel Houthi

Kerajaan Saudi mendesak Kolombia untuk meninjau kembali posisinya, mematuhi hukum internasional dan resolusi internasional yang relevan, serta terus mendukung upaya pencapaian keamanan, stabilitas, dan “perdamaian yang adil dan abadi” di kawasan tersebut.

Hingga saat ini, Amerika Serikat merupakan satu-satunya negara yang mengakui aneksasi Israel atas Dataran Tinggi Golan pada tahun 1981.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella mulai menjabat pada Jumat (7/8), menyusul kampanye yang penuh retorika bombastis di mana ia menjanjikan hubungan erat dengan AS dan Israel sebagai cara untuk memerangi kelompok bersenjata di negaranya sendiri. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Suriah Peringatkan Serangan Israel ke Wilayahnya Ancam Keamanan dan Stabilitas Kawasan

Rekomendasi untuk Anda