Istanbul, MINA – Menteri Pertahanan Arab Saudi, Pangeran Khalid bin Salman, menegaskan bahwa negaranya bersama Turkiye dan Pakistan berkomitmen untuk mengaktifkan Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah untuk memperkuat integrasi dan stabilitas regional.
Pangeran Khalid, mengatakan dalam pertemuan pertama Komite Politik dan Pertahanan Strategis di Istanbul, Senin (31/8). Saudi Gazette melaporkan.
“Kami menegaskan komitmen kami untuk mengaktifkan jalur Perjanjian Pertahanan Bersama Makkah dengan cara yang memperkuat integrasi serta meningkatkan keamanan dan stabilitas,” kata Pangeran Khalid.
Pangeran Khalid juga menyoroti kedalaman hubungan strategis antara Arab Saudi, Turkiye, dan Pakistan, menekankan bahwa keamanan ketiga negara saling terkait.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Ia mengatakan menghadapi tantangan dan ancaman bersama membutuhkan koordinasi politik, integrasi pertahanan, dan kesiapan militer kolektif.
Pertemuan tersebut mempertemukan menteri luar negeri dan pertahanan serta kepala militer ketiga negara saat mulai membangun mekanisme kelembagaan yang diperlukan untuk melaksanakan perjanjian pertahanan trilateral.
Setelah pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Turkiye Hakan Fidan mengatakan bahwa pakta tersebut telah memulai proses untuk membangun arsitektur keamanan dan kerja sama baru di kawasan tersebut.
“Dengan kesepakatan ini, proses pengujian arsitektur keamanan dan kerja sama baru di wilayah kami telah dimulai,” kata Fidan.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Ia menekankan perlunya negara-negara regional untuk bekerja sama demi mencapai keamanan, stabilitas, kemakmuran, dan perdamaian abadi, serta menambahkan bahwa stabilitas yang lebih besar juga akan menciptakan kondisi yang lebih kuat bagi investasi dan pembangunan.
Fidan mengatakan perjanjian ini dirancang agar negara lain dapat bergabung di masa depan, namun menekankan bahwa anggota pendiri harus terlebih dahulu membangun kerangka kelembagaan yang kuat serta kondisi, prosedur, dan standar yang jelas untuk aksesi.
“Aliansi ini dibentuk dengan tujuan untuk memperluas. Namun pada awalnya, fondasinya perlu diletakkan dengan sangat baik, dan institusionalisasinya juga harus dilakukan dengan sangat baik,” katanya.
Putra Mahkota dan Perdana Menteri Mohammed bin Salman, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menandatangani perjanjian tersebut di Makkah pada 7 Agustus.
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
Perjanjian ini menetapkan komitmen pertahanan kolektif di mana serangan terhadap salah satu dari ketiga negara dianggap sebagai serangan terhadap semua pihak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan
















Mina Indonesia
Mina Arabic