Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

AS Serang Pembangkit Listrik, Sejumlah Kota di Iran Gelap Gulita

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 9 Juli 2026 - 07:50 WIB

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:50 WIB

15 Views ㅤ

Serangan AS ke Iran (foto: X)

Teheran, MINA – Serangan udara terbaru yang dilancarkan Amerika Serikat pada Rabu (8/7) menghantam fasilitas pembangkit listrik di sejumlah wilayah Iran, mengakibatkan pemadaman listrik berskala luas dan membuat beberapa kota di bagian selatan negara itu gelap gulita.

Serangan tersebut menjadi babak baru eskalasi konflik setelah gencatan senjata antara Washington dan Teheran kembali runtuh. Press TV melaporkan, Kamis (9/7).

Ledakan dilaporkan terdengar di sejumlah kota pesisir, termasuk kawasan strategis Bandar Abbas dan wilayah sekitarnya. Selain merusak infrastruktur kelistrikan, serangan juga mengganggu layanan publik dan aktivitas masyarakat.

Hingga kini, otoritas Iran masih melakukan penilaian terhadap tingkat kerusakan, sementara belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka akibat serangan tersebut.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Pemerintah Iran mengecam keras serangan itu dan menilainya sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman yang sebelumnya disepakati kedua negara.

Sejumlah pejabat tinggi Iran menegaskan bahwa negaranya akan memberikan respons atas aksi militer tersebut. Bahkan, peringatan keras juga disampaikan bahwa keberadaan pasukan dan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan dapat menjadi sasaran apabila serangan terus berlanjut.

Serangan terhadap infrastruktur energi dinilai dapat memperburuk kondisi kehidupan masyarakat sipil. Pemadaman listrik berpotensi mengganggu operasional rumah sakit, fasilitas pengolahan air bersih, jaringan komunikasi, hingga aktivitas ekonomi.

Sasaran terhadap fasilitas sipil strategis juga berisiko memperluas dampak kemanusiaan di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Eskalasi terbaru turut memicu kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan, terutama karena Iran menguasai wilayah di sekitar Selat Hormuz, jalur pelayaran yang dilalui sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia.

Konflik yang semakin memanas dikhawatirkan akan mengganggu distribusi energi global, meningkatkan biaya pengiriman internasional, serta mendorong kenaikan harga minyak mentah di pasar dunia.

Hingga Kamis (9/7), belum terlihat tanda-tanda deeskalasi. Sebaliknya, aksi saling mengancam antara Washington dan Teheran terus berlanjut, meningkatkan kekhawatiran bahwa krisis keamanan di Timur Tengah akan memasuki fase yang lebih berbahaya. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Dunia Islam
Internasional
Internasional