BADAI PASIR LANDA JEDDAH PENERBANGAN DITUNDA

Pandangan apokaliptik dari badai pasir yang menyelimuti banyak Jeddah pada Selasa malam. (Foto AN Roy Rivera Villalobos)
Pemandangan badai pasir di Jeddah, Arab Saudi, Selasa (9/9). (Arabnews)

Jeddah, 25 Dzulqa’dah 1436/9 September 2015 (MINA) – Sebuah badai pasir besar menyelimuti kota Jeddah pada Selasa  (8/9) sekitar pukul 6 sore waktu setempat, menjadikan kota padat di Arab Saudi itu gelap total. beberapa penerbangan pesawat terpaksa ditunda.

Arab News melaporkan, badai berlangsung selama kurang lebih 40 menit dengan pusaran angin ke atas dan menyebabkan bunyi gemeretak menerjang jendela di berbagai gedung.

Dari warga yang sempat merekam di jejaring sosial Youtube, tampak mobil-mobil di jalan-jalan utama Jeddah melambatkan kendaraannya. Lalu tiba-tiba semakin lama pusaran pasir semakin banyak dan menebal, sehingga langit berubah gelap. Lampu-lampu kendaraan pun dinnyalakan. Rekaman video bisa disakasikan di https://www.youtube.com/watch?v=liWjUq6Gjiw.

Abdul Hameed Abal Ari, pejabat senior di Bandara Internasional King Abdul Aziz Jeddah, mengatakan kepada media setempat bahwa penerbangan beberapa pesawat terpaksa ditunda sementara.

“Penerbangan dialihkan ke bandara terdekat, sementara beberapa keberangkatan ditunda,” jelasnya.

Dia mengatakan bahwa tujuh penerbangan dialihkan ke Madinah, Yanbu dan Taif, sampai pukul 7 waktu Jeddah, sampai keadaanya kembali normal.

“Itu semua terjadi dalam hitungan beberapa menit,” kata Sadiya Haneef, warga desa Al-Sulaimaniya.

“Saya bisa melihat dari balkon penampakan jamur asap seperti di kaki langit. Saya pikir itu adalah asap mengepul dari sebuah desa yang jauh, “katanya.

“Tapi lama-kelamaan kemudian terlihat jelas bahwa itu adalah badai pasir. Sehingga aku harus benar-benar berusaha menutup pintu rumah saya. Angin kencang lalu semua menjadi gelap,” katanya.

Di kawasan lain juga sama terlihat, “Ibu saya melihat awan gelap, ibu bercerita pada saya pada waktu malam,” kata Mohammed Tareq 13 tahun

“Dalam beberapa menit, semuanya tidak terlihat, desa Al-Aziziyah tidak terlihat. Itu salah satu hal yang paling aneh yang pernah saya alami.,” ujar warga lainnya.

Petugas Pertahanan Sipil menerima beberapa panggilan darurat dari warga yang ingin tahu apa yang terjadi.

Ali Al-Masry, karyawan swasta, merasa kaget karena tidak ada peringatan terlebih dahulu.

“Saya memiliki anak penderita asma dan kondisi seperti itu berdampak pada kesehatannya,” katanya.

Menurutnya, jika ia tahu lebih dulu, ia akan mengambil tindakan pencegahan yang memadai. Sekarang ia pun harus membawa puteranya untuk cek kesehatan ke rumah sakit setempat.

Sebelumnya, badai pasir melanda bagian Timur Tengah dan menyebabkan sedikitnya dua wanita Libanon meninggal dan ratusan menderita masalah pernapasan.

Sebagian besar terkena badai aosir yaitu kawasan Lebanon, Suriah, Israel dan Siprus, yang diselimuti awan tebal pasir badai yang mulai menyapu daerah-daerah tersebut Senin (7/9) lalu. (T/nrz/P4).

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Comments: 0