Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Investor Asing Kini Bisa Beli Properti di Arab Saudi

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Ahad, 30 Agustus 2026 - 17:32 WIB

Ahad, 30 Agustus 2026 - 17:32 WIB

26 Views ㅤ

Properti di Arab Saudi. (Saudi Booms)

Makkah, MINA – Arab Saudi tengah memasuki babak baru dalam sejarah propertinya. Untuk pertama kalinya, Kerajaan membuka diri terhadap modal internasional dengan aturan baru yang memungkinkan warga non-Saudi memiliki properti di zona-zona tertentu, termasuk di kota suci Makkah dan Madinah.

Langkah ini bukan sekadar kebijakan biasa. Ini adalah gerakan strategis untuk menjadikan Saudi sebagai destinasi investasi properti global, sejalan dengan ambisi besar Visi 2030 yang digagas Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Dulu, kepemilikan properti di Saudi hampir sepenuhnya dikuasai oleh warga negara. Kini, aturan baru tentang kepemilikan properti oleh non-Saudi telah disetujui, lengkap dengan penetapan zona geografis yang jelas bagi investor asing.

Pemerintah Saudi pun tak main-main. Mereka menggelar Saudi Luxury Real Estate Show perdana di London, bekerja sama dengan Otoritas Umum Properti (REGA), untuk mempromosikan peluang ini ke pasar internasional, terutama Inggris dan Eropa.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Pameran dan Edukasi

Taiseer Al-Mufarrej, juru bicara REGA, menjelaskan bahwa kehadiran otoritasnya di acara tersebut bukan sekadar memamerkan proyek. Mereka hadir untuk memberi pemahaman langsung kepada investor asing tentang bagaimana aturan baru bekerja, zona mana saja yang bisa dibeli, serta prosedur dan platform digital yang digunakan, seperti portal Saudi Properties

REGA bahkan menggelar lokakarya dan diskusi bundar khusus dengan dana investasi internasional, termasuk melalui Saudi British Business Council. Tujuannya: menjawab pertanyaan investor secara langsung dan membangun kepercayaan.

Minat Tak Hanya di Riyadh dan Jeddah

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Yang menarik, minat investor asing tidak hanya terpusat di dua kota bisnis utama, Riyadh dan Jeddah. Makkah dan Madinah juga menjadi sorotan. Kedua kota suci ini memiliki daya tarik unik karena nilai religiusnya dan permintaan properti yang terus tinggi, terutama dari jamaah haji dan umrah.

“Kami melihat peningkatan kesadaran yang sangat signifikan di kalangan investor, pengunjung, bahkan orang-orang yang mencari properti di Kerajaan,” ujar Al-Mufarrej.

Al-Mufarrej dengan percaya diri menyatakan, “Apa yang kami saksikan di pameran tersebut jelas menunjukkan bahwa Arab Saudi telah menjadi tujuan investasi properti global.”

Minat internasional ini datang seiring dengan perombakan besar-besaran regulasi properti Saudi. Fokusnya kini bukan hanya menawarkan lahan, tapi juga membangun lingkungan investasi yang transparan, prosedur yang jelas, dan platform digital yang mudah diakses.

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Dengan langkah ini, Saudi ingin mengubah sektor propertinya dari yang semula didorong oleh permintaan domestik, menjadi saluran investasi global. Ditopang oleh proyek-proyek raksasa seperti NEOM, kota pintar, dan ekspansi perkotaan di berbagai wilayah, pasar properti Saudi kini berada di jalur cepat menuju internasionalisasi. []

Sumber: Aawsat

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Saudi Koordinasi dengan NATO dan Eropa Bahas Perkembangan Kawasan

Rekomendasi untuk Anda